RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong pekerja berpenghasilan rendah memanfaatkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini memungkinkan masyarakat memiliki rumah sendiri dengan proses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
Pesan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung perumahan subsidi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (7/11/2025).
“Pak Menteri ini, dengan kreativitas dan jaringannya berhasil menciptakan sumber pembiayaan baru,” kata Qodari saat memberi sambutan. Menurutnya, salah satu hasil kolaborasi itu terlihat dari kerja sama antara Pemerintah dan perbankan. Satu persen dari giro wajib minimum bank dialihkan untuk pembiayaan rumah rakyat. “Selisih satu persen itu dipakai untuk program rumah rakyat. Ini langkah konkret yang berdampak langsung,” ujarnya.
Baca juga : Mbak Titiek Puji SPPG Polri: Bersih, Higienis, Gizi Dijaga
Menurut Qodari, kebijakan itu menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas lembaga bisa mempercepat penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Skema FLPP menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat. Qodari juga menilai, Kementerian PKP telah membangun ekosistem perumahan yang lengkap dan berpihak pada rakyat kecil. Ini komitmen untuk menjaga kualitas bangunan, sekaligus mempercepat target rumah subsidi. “Menteri PKP sangat concern pada kualitas bangunan. Kalau ada pengembang yang macam-macam, kena blacklist,” tegas Qodari.
Selanjutnya, Qodari bersama Menteri Maruarar Sirait melakukan pengecekan langsung perumahan subsidi Griya Nusa Asri (GINA) di Mranggen, Demak. Ara—sapaan Maruarar Sirait—mengenakan kemeja safari krem dan langsung menyalami warga satu per satu. Dia berbincang dengan ibu-ibu penghuni rumah dan anak-anak yang melambaikan bendera kecil menyambut kedatangan rombongan.
Ara menegaskan, program rumah subsidi ini ditujukan untuk keluarga muda dan pekerja yang penghasilannya terbatas. Pemerintah ingin memastikan semua lapisan masyarakat punya kesempatan yang sama memiliki rumah layak. “Program FLPP ini untuk keluarga muda dan pekerja seperti cleaning service atau sales agar bisa punya rumah sendiri,” ucapnya.
Baca juga : Soeharto Dan Gus Dur Pantas Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Menurutnya, tahun ini Presiden Prabowo Subianto menaikkan kuota rumah subsidi menjadi 350 ribu unit. Ini bukti nyata keberpihakan Pemerintah kepada rakyat kecil. “Di Demak saya bertemu langsung dengan cleaning service dan ibu rumah tangga yang sudah punya rumah lewat FLPP. Ini bukti nyata Presiden pro rakyat,” katanya.
Dalam kunjungan itu, Ara juga meninjau langsung kondisi beberapa unit rumah yang sudah dihuni warga. Dia mendapati ada beberapa bagian yang rusak, seperti eternit ambrol dan lantai pecah. Dia pun langsung meminta pengembang memperbaiki dan memastikan warga mendapat haknya. “Tadi saya dengar keluhan soal dinding retak dan eternit. Pejabat harus mau dengar rakyat dan segera bertindak,” tegasnya.
Dia menilai, pengembang GINA cukup bertanggung jawab karena siap memperbaiki kerusakan ringan itu. Karena itu, dia memberi nilai 7,5 untuk kualitas perumahan tersebut dan berharap kualitas rumah subsidi makin baik ke depan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.