BREAKING NEWS
 

Kampung Nelayan Merah Putih: Janji Gerakan dari Tepi Laut

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Sabtu, 8 November 2025 18:58 WIB
Beberapa nelayan sedang beraktifitas di kampung nelayan modern (kalamo) Desa Samber-Binyeri, Biak Selatan, Kabupaten Biak Numfor, Papua. [Foto: KKP]

 Sebelumnya 
Penghasilan Kian Bertambah

Bagi para nelayan Biak, dampak perubahan ini langsung terasa. Pendapatan mereka yang sebelumnya rata-rata Rp 2 juta per bulan, kini naik menjadi Rp 3,5 juta. “Dulu ikan cepat busuk, sekarang bisa kami simpan di cold storage hingga tiga hari,” ujar Yonas Mandowen, nelayan di Kampung Adoki, Biak, 4 November 2025.

Kenaikan pendapatan juga dirasakan oleh Maria Rumbewas, yang kini memimpin kelompok pengolah ikan asap di Kampung Mandori. “Sebelumnya saya bantu suami di laut, sekarang saya punya usaha sendiri. Kami lebih mandiri,” tuturnya sambil menata ikan asap di tungku kayu.

Dampak Ekonomi: Rp 29,2 Miliar per Kampung

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua, perputaran ekonomi dari satu kampung KNMP dapat mencapai Rp 29,2 miliar per tahun, meliputi hasil tangkap, pengolahan, hingga jasa logistik.

Baca juga : Macan Putih Janji Tampil Total Lawan Persebaya

“Program ini mengubah wajah kampung nelayan yang dulu terpinggirkan menjadi pusat ekonomi baru,” kata Yohanes Turot, Kepala DKP Papua, di kantornya, Jayapura, 3 November 2025. 

Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Intelijen. [Foto: Kejagung]

Untuk menjaga akuntabilitas proyek senilai Rp 2,2 triliun, KKP menggandeng Kejaksaan Agung melalui nota kesepahaman pada 31 Oktober 2025. “Kami mengawal agar setiap rupiah digunakan sesuai tujuan,” ujar Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Intelijen, dalam konferensi pers di Jakarta, 31 Oktober 2025.

“Pendampingan hukum ini bukan untuk membenarkan pelanggaran, tapi untuk mencegahnya sejak awal,” tegas Reda.

Integritas dan Kolaborasi

Inspektur Jenderal KKP, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman, menegaskan, program KNMP bukan hanya soal bangunan fisik. “Ini tentang pemberdayaan masyarakat pesisir agar mandiri dan berdaya saing,” katanya dalam acara Capacity Building KNMP di Jakarta, 27 Oktober 2025, yang digelar dalam rangka HUT ke-26 KKP.

Baca juga : IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu

KKP juga bekerja sama dengan Pertamina untuk memastikan pasokan bahan bakar bagi kapal dan SPBN di setiap lokasi KNMP. “Jadi nelayan tidak lagi bergantung pada tengkulak BBM,” tambah Ade.

Dari Laut Menuju Kedaulatan Protein

Program KNMP merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian protein nasional. “Pak Presiden bilang, kalau kebutuhan karbohidrat dan lemak sudah terpenuhi, maka tinggal protein yang harus kita perkuat,” ungkap Trenggono. “Dan sumber protein paling melimpah adalah ikan.”

Ia menegaskan, tujuan utama KNMP bukan sekadar membangun pelabuhan atau pabrik es, melainkan mengembalikan nelayan sebagai aktor utama di lautnya sendiri. 

Program KNMP merupakan bagian visi besar Presiden Prabowo untuk mewujudkan kemandirian protein nasional, sebagaimana dia tegaskan kembali saat meresmikan peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Senin, 21 Juli 2025. [Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr]

“Kita tidak mengambil alih peran mereka, tapi memperkuat sarana produksinya,” ujarnya, sebagaimana dinyatakan Presiden Prabowo, dalam sambutannya saat meluncurkan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang digelar di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Senin, 21 Juli 2025.

Baca juga : Wamenkop: Kopdes Merah Putih Bisa Jadi Pelaksana SPPG Program MBG

Empat Ribu Kampung, Satu Cita Laut

Dalam dokumen rencana jangka panjang KKP, Trenggono menargetkan pembangunan 4.000 kampung nelayan hingga 2029, dari sekitar 12 ribu desa nelayan di seluruh Indonesia. “Tahun ini baru 65, tapi akan bertambah seribu per tahun,” katanya. “Kalau 3,5 juta nelayan hidup dari lautnya sendiri, maka ekonomi bangsa ini akan berdiri di atas airnya sendiri.”

Sebuah harapan besar: laut yang makmur, nelayan berdaulat, dan merah putih yang berkibar di setiap perahu. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense