BREAKING NEWS
 

Pimpin Rakor Di Kemenkes, Gibran Happy Stunting Turun

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 13 November 2025 08:26 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu (12/11/2025). Gibran happy angka stunting turun.

Gibran tiba di kantor Kemenkes sekitar pukul 10.00 WIB. Putra sulung Presiden Ke-7 RI Joko Widodo itu,  mengenakan setelan batik kuning lengan panjang.

Rakornas dihadiri Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, serta perwakilan kepala daerah seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Gibran mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, program ini harus dikawal bersama. “Kuncinya adalah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” tegas Gibran.

Gibran juga mengapresiasi capaian pemerintah yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 19,8 persen pada 2024, turun sekitar 357 ribu anak dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih baik dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen. Penurunan ini juga diikuti oleh berkurangnya balita dengan kondisi wasting, overweight, serta anemia pada ibu hamil.

Baca juga : Soal Redenominasi, Gubernur BI: Perlu Timing dan Persiapan Lebih Lama

“Terima kasih kepada kader Posyandu, PKK, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran memuji sejumlah kepala daerah yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan, salah satunya Provinsi Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data Kemenkes, prevalensi stunting di Jabar turun dari 20,3 persen menjadi 15,9 persen atau turun 5,8 persen.

“Ini penurunan paling signifikan. Luar biasa,” ujar Gibran sambil menunjukkan data di layar.

Gibran juga memuji langkah Jabar yang dinilai menjadi contoh kerja “keroyokan” lintas instansi. Selain Jabar, Gibran juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Klungkung, Bali, yang mencatat tingkat stunting terendah nasional. Selain Klungkung, dua daerah lain di Bali juga menunjukkan hasil baik: Gianyar dengan prevalensi 5,4 persen dan Badung 7,2 persen.

Adsense

“Tiga daerah di Bali ini luar biasa,” puji Gibran.

Baca juga : Prabowo Tugaskan Mensesneg Periksa Penyerapan Anggaran

Gibran menegaskan, target pemerintah adalah menurunkan angka stunting nasional hingga 14,2 persen pada 2029. Untuk mencapainya, dia menekankan pentingnya kerja kolaboratif antara semua elemen pemerintah pusat dan daerah, lembaga, kader Posyandu, dan ibu-ibu PKK.

Ia juga mendorong adanya tambahan insentif bagi kader Posyandu. “Tanpa ibu-ibu Posyandu, hasil ini tidak akan tercapai. Saya kira perlu tambahan insentif. Mereka adalah ujung tombak di lapangan,” pesan Gibran.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8 persen pertama kalinya dalam sejarah Indonesia turun di bawah 20 persen. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Budi menjelaskan, hingga kini terdapat 8.349 Puskesmas yang telah menerapkan program integrasi layanan primer. Lebih dari 324 ribu kader kesehatan di Posyandu telah dilatih dengan 25 keterampilan dasar. Ia juga menyebut, sistem surveilans penyakit kini lebih cepat dan terintegrasi, disertai peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.

Selain itu, peningkatan mutu layanan rumah sakit terus dilakukan melalui program pengampuan penyakit prioritas seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. “Saat ini, 29 provinsi sudah mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka, 29 provinsi mampu melakukan clipping aneurisma, dan 8 provinsi sudah mampu melakukan bypass otak,” jelas Budi.

Baca juga : SBY: World War III Sangat Mungkin Terjadi

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan insentif bagi daerah berprestasi dalam penurunan angka stunting. Kemenkeu mengalokasikan dana sebesar Rp 300 miliar pada tahun 2025, sesuai Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 330 Tahun 2025 tentang Penetapan Pengalokasian dan Persyaratan Penyaluran serta Rincian Alokasi Dana Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2025.

Dana insentif ini diberikan kepada tiga provinsi terbaik, 38 kabupaten, dan sembilan kota dengan kinerja penurunan stunting terbaik. Rata-rata daerah menerima Rp 5,1–6,9 miliar, dengan Kabupaten Tangerang, Kota Pasuruan, dan Kota Madiun sebagai penerima terbesar, masing-masing sekitar Rp 7 miliar.

“Pemerintah ingin memberikan penghargaan nyata bagi daerah yang berhasil menurunkan angka stunting sesuai amanat Perpres Nomor 71 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” tulis aturan tersebut.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menjelaskan, penurunan angka stunting signifikan di Jawa Barat hasil kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat desa. “Kami menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru di Jawa Barat dalam lima tahun ke depan, atau new zero stunting,” tukas Erwan.

Bupati Klungkung I Made Satria memaparkan, angka stunting di daerahnya turun dari 19,4 persen pada 2021 menjadi 5,1 persen pada 2024. “Penurunan ini hasil kerja sama antara pemerintah daerah, desa adat, Kementerian Agama, dan tim penggerak PKK,” ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense