Sebelumnya
Dalam laporan kepada Komisi XII DPR, Bahlil menjelaskan, pagu Ditjen Migas 2026 sebesar Rp4,02 triliun akan digunakan untuk melanjutkan proyek prioritas pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem), Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II, dan pengembangan jaringan gas rumah tangga.
Sementara pagu Ditjen Ketenagalistrikan sebesar Rp1,73 triliun diarahkan pada program BPBL dan listrik desa.
Baca juga : Jaring Aspirasi Masyarakat Untuk Perkuat Kepolisian
Pagu Ditjen EBTKE sebesar Rp880,47 miliar akan digunakan untuk pembangunan PLTS dan PLTMH, sementara Badan Geologi dengan pagu Rp796,29 miliar diarahkan pada pembangunan Kapal Geomarin V serta mitigasi bencana geologi.
Bahlil menegaskan pemerintah ingin memastikan anggaran 2026 memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik melalui akses listrik yang lebih luas, pemanfaatan gas bumi, maupun percepatan transisi energi bersih. “Tujuan kami sederhana, anggaran harus kembali kepada rakyat. Itulah arah kebijakan ESDM ke depan,” ujarnya.
Baca juga : Sistem Perlindungan Anak Di Sekolah Masih Lemah
Dalam kesimpulan rapat itu, Komisi XII DPR mengapresiasi Menteri ESDM yang telah berhasil meningkatkan produksi minyak bumi menjadi 605,8 ribu barel per hari, merealisasikan PNBP sektor ESDM sebesar Rp200,66 triliun atau 78,74 persen, dan melaksanakan program-program strategis di sektor ESDM lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 14 November 2025 dengan judul "ESDM Kantongi PNBP Rp 200 Triliun 2026, Menteri Bahlil Pastikan Lanjutkan Program Pro Rakyat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.