RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania, Major Jenderal Pilot Yousef Ahmed Al-Hunaity, di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025). Kunjungan ini menjadi balasan setelah Sjafrie lebih dulu bertandang ke Yordania beberapa bulan lalu.
Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka/RM.ID di lokasi, Yousef tiba sekitar pukul 09.59 WIB. Ia disambut langsung Menhan Sjafrie di depan Gedung Utama Kemenhan. Keduanya kemudian mengikuti prosesi upacara penyambutan militer, mulai dari mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara hingga pemeriksaan pasukan, dilanjutkan penghormatan kepada patung Presiden RI pertama Soekarno.
Usai prosesi penyambutan, kedua pejabat tinggi itu menggelar pertemuan tertutup selama sekitar 30 menit. Setelahnya, Sjafrie mengantar tamunya hingga ke luar gedung sebelum memberikan keterangan kepada wartawan.
Sjafrie menjelaskan, kunjungan Yousef ini untuk menindaklanjuti komitmen kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada 12 April 2025.
Baca juga : Himbara Jadi Pilar Keuangan Nasional
Sejumlah agenda, menurutnya, bahkan telah direalisasikan beberapa bulan setelahnya. Antara lain, pengiriman tim latihan ke King Abdullah Special Operations Training Center untuk latihan sub-urban, serta pengiriman perwira TNI AU untuk mengikuti joint tactical air traffic control di Yordania.
“Yordania sendiri telah mengirim perwira menengahnya mengikuti Lemhannas. Artinya, kedua negara terus meningkatkan kerja sama profesional di bidang pertahanan,” kata Sjafrie.
Ia juga menegaskan bahwa Yordania memiliki peran penting dalam mendukung operasi kemanusiaan Indonesia di Palestina, termasuk memberi akses TNI AU melakukan airdrop logistik ke Gaza.
Namun, terkait langkah terbaru Indonesia dalam upaya perdamaian Gaza, Sjafrie mengungkapkan masih menunggu perkembangan pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II.
Baca juga : Dubes Saudi Faisal Amodi Terima Kunjungan Gus Irfan, Bahas Persiapan Haji 2026
“Indonesia siap terlibat apabila negara-negara Arab yang kompeten, Arab Saudi, Jordan, Mesir, Qatar, dan Emirat, memberi lampu hijau. Tentu saja termasuk Israel,” ujarnya.
Untuk mendukung persiapan itu, Indonesia dan Yordania sepakat membentuk komite kerja sama pertahanan khusus pertukaran informasi dan pembaruan laporan intelijen terkait situasi Gaza. Indonesia juga menyiapkan atase pertahanan yang akan ditempatkan di Amman.
Saat ditanya mengenai kekuatan pasukan yang disiapkan, Sjafrie menyebut Presiden Prabowo telah menyiapkan hingga 20 ribu personel, dengan fokus pada unsur kesehatan dan konstruksi.
“Artinya, pasukan akan dikerahkan setelah ada gencatan senjata dan disarmament agar perdamaian dapat dijaga lebih lama,” tegasnya.
Baca juga : Manulife Percantik Kantor BSD, Bikin Nasabah Makin Betah
Sementara untuk bantuan kemanusiaan, Sjafrie memastikan airdrop masih menjadi opsi, namun pelaksanaannya tetap menunggu persetujuan negara-negara terkait.
Selain isu Gaza, pertemuan juga membahas peluang kerja sama industri pertahanan. Sjafrie menyebut Jordanian Defense Industries, Deep Element, tertarik bermitra dengan PT Pindad dalam joint manufacture. Yordania juga menawarkan teknologi drone yang disebut sangat maju.
Indonesia telah mengirim personil untuk mengikuti pelatihan drone di Yordania. Besok, rombongan Yordania bahkan dijadwalkan menyaksikan demonstrasi latihan drone counter-terrorism antara TNI dan Yordania di Brigade Kopasgat, Halim, sebelum bertolak ke Pakistan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.