Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perekonomian Tumbuh Seimbang di Tengah Tantangan Global
Himbara Jadi Pilar Keuangan Nasional
Jumat, 7 November 2025 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perekonomian Indonesia menutup triwulan ketiga tahun ini dengan kinerja yang positif. Produk Domestik Bruto tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah perlambatan global. Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang solid, peningkatan investasi dua digit, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga dengan baik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi nasional yang masih terjaga. “Pertumbuhan sebesar 5,04 persen menunjukkan fondasi ekonomi kita tetap kokoh di tengah tekanan global. Konsumsi, investasi, dan kebijakan fiskal-moneter berjalan selaras,” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/11).
Pemerintah memandang capaian ini sebagai hasil dari strategi kontrasiklikal yang efektif. Inflasi pada Oktober tercatat 2,86 persen, masih dalam rentang sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Cadangan devisa mencapai 148,7 miliar dolar AS, sementara rasio utang luar negeri tetap terkendali. Di tengah ketidakpastian global akibat suku bunga tinggi Amerika Serikat, fragmentasi perdagangan, dan volatilitas nilai tukar, Indonesia berhasil menjaga kepercayaan pasar. Dana Moneter Internasional juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi global dengan kinerja lebih baik dibanding beberapa negara ASEAN dan G20.
Kestabilan tersebut tidak terlepas dari peran sektor keuangan nasional, terutama kelompok bank milik negara atau Himbara. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir September 2025 penyaluran kredit Himbara mencapai 3.829 triliun rupiah, tumbuh 8,6 persen secara tahunan, lebih tinggi dari rata-rata industri 7,7 persen. Dana Pihak Ketiga juga meningkat 12,9 persen, melampaui rata-rata industri 11,2 persen, sementara rasio alat likuid terhadap DPK naik menjadi 21,2 persen dari 20,7 persen pada Juni.
Baca juga : Stasiun Tanah Abang Baru Megah Dan Mewah, Penumpang Makin Happy Naik Kereta
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menilai kinerja Himbara tetap sehat dan solid. “Kredit tumbuh, likuiditas terjaga. Ini menunjukkan sistem perbankan kita bekerja dengan baik di tengah tekanan eksternal,” ujarnya saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/11).
Kinerja positif tersebut didukung kebijakan pemerintah yang menempatkan dana sebesar 200 triliun rupiah di bank-bank Himbara sejak September. Langkah ini membantu menjaga kecukupan likuiditas dan memperluas ruang penurunan suku bunga kredit. Dengan tingkat bunga penempatan sekitar 3,8 persen, kebijakan ini menekan biaya dana dan memperkuat kemampuan bank dalam menyalurkan pembiayaan produktif.
Meski demikian, transmisi kebijakan ke sektor riil masih berlangsung bertahap. Sebagian kredit masih belum tersalurkan dan penurunan suku bunga belum sepenuhnya dirasakan dunia usaha. Ekonom Universitas Atma Jaya Paul Sutaryono menilai efek kebijakan ini akan terasa dalam waktu dekat. “Biasanya bank membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan untuk menyesuaikan struktur dana sebelum menurunkan bunga kredit,” katanya.
Dari sisi disiplin keuangan, pengawasan OJK yang ketat memastikan risiko kredit tetap terkendali. Menurut Trioksa Siahaan dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang kuat menjadi faktor penting di tengah tekanan global. “Perbankan kita cukup prudent karena regulasinya ketat dan pengawasan juga kuat,” ujarnya.
Baca juga : Kasus Suap Proyek RSUD Kolaka Timur, KPK Tetapkan 3 TSK Baru
Perbedaan kinerja antara bank swasta dan bank pelat merah mencerminkan perbedaan orientasi. Bank-bank Himbara tidak hanya berfokus pada efisiensi komersial tetapi juga menjalankan tanggung jawab publik sebagai pelaksana program pemerintah. Margin keuntungan yang lebih tipis menjadi konsekuensi dari mandat tersebut, namun kontribusinya terhadap pemerataan ekonomi dan stabilitas jauh lebih besar.
Dari sisi investasi, pemerintah mencatat peningkatan yang signifikan. Realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri hingga triwulan ketiga mencapai 1.434 triliun rupiah, naik 13,7 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini memperlihatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan efektivitas koordinasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, dan sektor keuangan.
Kebijakan percepatan belanja negara serta penguatan perlindungan sosial menjadi bagian penting dari strategi kontrasiklikal yang menopang konsumsi domestik. Lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat mendapat dukungan langsung, sementara stimulus konsumsi dan transportasi diperkuat menjelang akhir tahun. Bank-bank Himbara menjadi kanal utama penyaluran pembiayaan ini, memastikan likuiditas mengalir ke sektor-sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya beli masyarakat.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan agar pertumbuhan makroekonomi dapat dirasakan lebih merata di tingkat mikro. Daya beli kelas menengah masih perlu diperkuat, sementara sektor usaha kecil menghadapi tekanan dari biaya produksi dan fluktuasi harga bahan baku. Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan perlu terus dijaga agar momentum pertumbuhan lima persen dapat berlanjut secara berkelanjutan dan inklusif.
Baca juga : Main Jelek, Inter Tetap Perkasa
Dengan dukungan sektor perbankan yang likuid, inflasi yang terkendali, serta investasi yang terus meningkat, perekonomian Indonesia berada pada jalur positif menuju 2026. Bank-bank Himbara akan tetap memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas keuangan dan pembangunan ekonomi nasional, memastikan pertumbuhan yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya