RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan modernisasi pertanian dan penertiban tata niaga pangan dijalankan beriringan.
Hal tersebut disampaikan saat Dialog Forum Merdeka Barat9 (FMB9) NGOBROLINDONESIA bertema, Satu Tahun Pembangunan Sektor Pertanian - Modernisasi Pertanian, yang digelar hybrid dari Jakarta.
Amran menjelaskan, Pemerintah mempercepat modernisasi pertanian untuk menekan biaya tanam dan menjaga pasokan pangan tetap stabil sepanjang tahun. Teknologi dinilai mampu memperbaiki efisiensi di lahan yang selama ini mengandalkan kerja manual. Pemerintah memandang teknologi menjadi kebutuhan utama karena cuaca semakin sulit diprediksi. Langkah ini diarahkan menjaga produksi nasional tetap aman.
Menurut Amran, mekanisasi membuat proses tanam jauh lebih cepat. Drone dan alat tanam modern membantu petani menyelesaikan pekerjaan besar dalam waktu singkat. Pemerintah ingin petani merasakan manfaat langsung dari penggunaan teknologi ini.
Ia menilai peningkatan efektivitas menjadi fondasi swasembada jangka panjang. “Sekarang satu hari bisa garap 25 hektare pakai drone. Dulu satu hektare bisa makan 25 hari,” jelas Amran dikutip Jumat (21/11/2025).
Modernisasi dikembangkan melalui pembangunan kawasan pangan berskala besar. Pemerintah menyiapkan klaster pangan sebagai ruang transformasi dari pola tradisional menuju sistem modern.
Baca juga : Lembaga Literasi Politik Indonesia Diluncurkan, Fokus Perkuat Peran Anak Muda
Lahan baru dirancang untuk panen lebih sering dengan produktivitas lebih tinggi. Pemerintah berharap produksi meningkat signifikan dan menopang kebutuhan pangan puluhan tahun mendatang.
Amran menambahkan pembangunan kawasan pangan ini dirancang sebagai antisipasi pertumbuhan penduduk yang terus naik. Kebutuhan pangan bertambah setiap tahun dan tidak dapat dipenuhi jika hanya mengandalkan pola tanam lama.
Pemerintah menyiapkan transformasi menyeluruh agar pasokan nasional tetap terjaga. “Kita bangun food estate agar produksi naik dan siap memenuhi kebutuhan penduduk ke depan,” ujar Amran.
Meski demikian, Amran menekankan kearifan lokal tetap dijaga. Pemerintah membuka ruang agar pola tanam tradisional tetap berjalan berdampingan dengan pendekatan modern.
Dia menilai, praktik lokal penting bagi identitas daerah, tetapi kebutuhan pangan nasional terlalu besar jika hanya bertumpu pada cara lama. Keduanya akan disinergikan agar tidak saling bertabrakan.
“Kearifan lokal tetap dijaga, tapi kita butuh teknologi agar tidak kekurangan pangan,” ucap Amran.
Baca juga : PTSI Dukung Penguatan Implementasi Pembangunan Berkelanjutan
Di sisi lain, modernisasi tidak akan cukup tanpa penertiban tata niaga. Amran menegaskan Pemerintah menjalankan langkah tegas untuk menutup ruang permainan harga yang merugikan petani. Mafia pangan terus diberantas.
Ia mengatakan penyimpangan sering muncul di komoditas beras, ayam, telur, dan produk turunannya. Pemerintah memperkuat pengawasan agar praktik tersebut segera dihentikan. Ia menekankan pemeriksaan menyasar jalur distribusi, pengadaan, dan kualitas barang.
Pemerintah ingin memastikan harga di tingkat petani tetap layak. Pengawasan ketat diarahkan menutup celah yang selama ini membuat petani menerima harga rendah. Pemerintah ingin tata niaga berjalan adil bagi petani dan konsumen.
“Kalau ada pegawai bermain saya pecat. Kita sudah tangani puluhan tersangka yang main di sektor pangan,” kata Amran.
Ia menilai permainan harga kerap dipicu kapasitas pabrik penggilingan yang tidak seimbang. Pemain besar dapat menekan harga ketika kapasitas berlebih. Pemerintah meminta konglomerat bergerak di industri besar seperti gula atau pertambangan, bukan di ruang ekonomi rakyat.
Ia menilai keberadaan pemain besar di ruang kecil membuat petani tertekan. “Jangan konglomerat masuk ke ruang ekonomi rakyat. Jangan bikin susah rakyat kecil,” ujar Amran.
Baca juga : Menteri Ara Perkuat Kolaborasi Kementerian Demi KUR Perumahan
Pemerintah memperkuat kebijakan harga melalui penetapan harga pembelian gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram. Kebijakan ini ditujukan memberi insentif langsung kepada petani agar terus bersemangat tanam. Harga di tingkat konsumen dikawal agar tidak naik terlalu tinggi.
Pemerintah menilai keseimbangan harga menjadi kunci utama menjaga stabilitas pangan. Menurut Amran, petani harus tetap untung ketika harga turun dan konsumen terlindungi ketika harga naik. Pemerintah memasang batas atas dan batas bawah harga pada komoditas strategis.
Kebijakan ini disiapkan agar rantai pasok tidak merugikan salah satu pihak. Pemerintah menilai stabilitas harga menentukan keberhasilan modernisasi. “Tujuannya petani tersenyum, konsumen juga bahagia,” kata Amran.
Amran menegaskan, modernisasi dan penertiban tata niaga merupakan fondasi swasembada. Pemerintah ingin Indonesia mandiri pangan secara konsisten, bukan hanya sesekali. Ia menilai, capaian produksi terbaru menunjukkan arah yang positif. Pemerintah mendorong agar momentum ini tetap terjaga melalui sistem yang lebih kuat.
Dia menambahkan pembangunan sistem pangan tidak dapat dilakukan secara instan. Pemerintah melakukannya bertahap agar kebijakan berjalan stabil dan konsisten. Modernisasi dan perbaikan pasar diarahkan menjadi satu paket kebijakan. Keduanya dinilai menjadi syarat utama menjaga pangan nasional.
“Kita bangun sistem agar tidak harus dipantau terus. Kalau sistemnya kuat, pangan aman,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.