BREAKING NEWS
 

RI Semakin Dekat Gabung CPTPP, Akses Pasar 590 Juta Terbuka

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Sabtu, 22 November 2025 12:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia terus memperkuat posisinya dalam perekonomian global melalui berbagai kerja sama internasional. Salah satunya dengan menjajaki keanggotaan dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership(CPTPP). Perjanjian perdagangan bebas berstandar tinggi tersebut dinilai strategis bagi perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing nasional.

CPTPP merupakan salah satu perjanjian perdagangan paling ambisius, menghubungkan 12 negara dengan total populasi sekitar 590 juta jiwa dan mencakup hampir 15 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global. Pada 2025, Australia menjabat sebagai Ketua CPTPP dan mendorong penguatan kerja sama ekonomi serta perluasan keanggotaan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketentuan dalam CPTPP pada dasarnya telah selaras dengan sejumlah perjanjian internasional yang diikuti Indonesia.

Baca juga : Permohonan Dikabulkan, Kerry Adriyanto Resmi Pindah ke Rutan Salemba

“CPTPP ini merupakan perjanjian perdagangan antar ekonomi. Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di berbagai perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD. Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan untuk memenuhi komitmen di CPTPP,” ujar Airlangga.

Adsense

Sebelumnya, Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell menyampaikan bahwa Australia telah mengidentifikasi empat calon negara yang dinilai sejalan dengan Prinsip Auckland, yakni Uruguay, Uni Emirat Arab, Filipina, dan Indonesia. Australia memutuskan memulai proses aksesi dengan Uruguay dan akan melanjutkan proses dengan tiga negara lainnya pada 2026.

Pemerintah Indonesia menyambut positif perkembangan tersebut. Indonesia menilai pengakuan Australia merupakan sinyal penting atas kesiapan dan potensi Indonesia untuk berperan lebih besar dalam kerja sama ekonomi kawasan.

Baca juga : 5 Pemain Persib Gabung Timnas, Beckham Siap Cetak Sejarah

Dalam pertemuan dengan Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong pada kunjungan kerja ke Singapura, Jumat (21/11), Airlangga kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memajukan proses aksesi CPTPP.

Keanggotaan dalam CPTPP diproyeksikan membawa manfaat signifikan bagi Indonesia, mulai dari perluasan akses pasar ke negara-negara yang belum memiliki perjanjian dagang bilateral dengan Indonesia, hingga peningkatan potensi ekspor nasional. Selain itu, Indonesia berpeluang menarik arus investasi asing langsung lebih besar berkat terciptanya iklim investasi yang lebih transparan dan dapat diprediksi.

Integrasi ekonomi yang lebih dalam juga diperkirakan dapat memberikan tambahan pertumbuhan PDB nasional. Di sisi lain, hadirnya Indonesia dalam blok perdagangan tersebut akan memberi nilai tambah bagi CPTPP, memperkuat integrasi regional, menyediakan peluang ekonomi baru, dan meningkatkan relevansi CPTPP sebagai perjanjian perdagangan modern, terutama mengingat posisi strategis Indonesia sebagai perekonomian terbesar di ASEAN.

Baca juga : Gema Bangsa Luncurkan Aplikasi Resmi Partai

Airlangga menegaskan bahwa aksesi Indonesia ke CPTPP akan mendorong harmonisasi kebijakan perdagangan nasional menuju standar yang lebih tinggi. “Peningkatan standar tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor dan impor, sekaligus meningkatkan volume perdagangan antarnegara anggota CPTPP secara keseluruhan,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense