RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) meraih Anugerah Brand Populer Indonesia pada Disway Awards 2025 untuk kategori Lembaga Negara & Regulator.
Penghargaan yang diterima oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan diserahkan oleh Founder Disway National Network Dahlan Iskan dan disaksikan Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolril) Komjen Dedi Prasetyo, di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Haikal Hasan menyampaikan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi layanan halal yang dijalankan BPJPH semakin dirasakan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa penyederhanaan proses, digitalisasi, dan berbagai kemudahan yang dihadirkan BPJPH merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : 57 Pemda Raih Penghargaan 2025, Kemendagri Pastikan Penilaian Adil
Khususnya, melalui penguatan dan kemudahan pelayanan publik untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat kecil.
Dalam semangat tersebut, Haikal Hasan yang akrab disapa Babe Haikal menegaskan pentingnya keberpihakan negara kepada pelaku UMK sebagai pondasi ekonomi nasional.
“Arahan Presiden Prabowo jelas, negara harus hadir untuk melindungi dan menguatkan rakyat kecil. Karena itu, setiap penyederhanaan layanan halal kami pastikan berpihak kepada masyarakat dan ekosistem industri halal nasional, khususnya sektor UMK agar mereka makin berkembang, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurut Babe Haikal, transformasi layanan halal yang dilakukan BPJPH bukan sekadar inovasi administratif, tetapi langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Baca juga : Jalankan Mandat Presiden, Komisi Reformasi Polri Jaring Puluhan Ribu Masukan Publik
“Industri halal dan UMK yang kuat akan memperkuat ekonomi bangsa. Tugas kami memastikan layanan halal menjadi jembatan agar pelaku usaha semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global yang potensinya terus bertumbuh,” katanya.
Salah satu program BPJPH yang mendapat perhatian publik adalah Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), yang tahun ini menyediakan 1.140.015 kuota sertifikat halal tanpa biaya bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Penguatan digitalisasi layanan melalui SIHALAL juga memungkinkan proses sertifikasi dilakukan secara online dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.
Hingga saat ini, layanan sertifikasi halal BPJPH telah menghasilkan 10,5 juta produk bersertifikat halal. Capaian tersebut didukung oleh penguatan ekosistem layanan halal melalui peningkatan jumlah dan kapasitas lembaga serta SDM di bidang halal.
Baca juga : Jatim Pacu Transformasi Digital Pengadaan Barang Dan Jasa
BPJPH kini memiliki 115 LPH, 338 LP3H, 34 lembaga pelatihan JPH, dan 98 Lembaga Halal Luar Negeri. Di sektor SDM, tersedia 106.792 Pendamping PPH, 3.025 Auditor Halal terlatih, 25.050 Penyelia Halal terlatih, serta 3.360 Juru Sembelih Halal.
Peningkatan kapasitas ini membuat proses sertifikasi halal semakin sederhana, cepat, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.