Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Abdul Muti Dan Arah Baru Transformasi Pendidikan Indonesia
Kamis, 13 November 2025 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam satu tahun Pemerintahan Probowo Subianto, terdapat banyak survei yang merilis temuan mereka terkait kinerja menteri-menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih ini.
Namun ada yang paling menarik dari semua hasil survie tersebut, yakni ketika Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar Menengah, berhasil meraih apresiasi publik dengan memproleh posisi pertama dan ketiga jika dibandingkan dengan menteri lainnya.
Tergambar jelas melalui hasil survei nasional yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI) pada 18-25 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi memberikan kabar menggembirakan. Sebanyak 76,4 persen masyarakat menyatakan puas dengan kinerja Kemendikdasmen.
Sementara kepuasan terhadap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu'ti bahkan lebih tinggi, mencapai 78,6 persen. Angka-angka ini bukan sekadar statistik belaka, melainkan cerminan kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pendidikan yang tengah dijalankan dengan penuh dedikasi.
Baca juga : Pemerintah Kebut Transformasi Digital, Startup Lokal Kian Moncer
Pencapaian Abdul Mu’ti ini seolah senada dengan diktum paling terkenal dari Nelson Mandela bahwa “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. (Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia). Sebuah “mantara” yang dicetuskan Mandela ketika dipenjara di Robben Island di Cape Town selama 27 tahun.
Dalam konteks ini, kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan sejatinya bukan sekadar retorika, melainkan sebuah keyakinan fundamental tentang kekuatan transformatif pendidikan.
Di Indonesia, keyakinan ini sedang diwujudkan melalui kerja keras Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang kini memasuki tahun kedua kepemimpinannya.
Kerja keras keras Kemendikdasmen ini tampak dalam program transformasi sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang mendapat sambutan luar biasa dengan dukungan 77,9 persen masyarakat. Lebih membanggakan lagi, 37,9 persen responden merasakan dampak langsung dalam bentuk terciptanya kesempatan yang lebih merata untuk mengakses pendidikan berkualitas.
Baca juga : EIGER Adventure Land: Transformasi Lahan Konflik Jadi Ekowisata Hijau
Ini adalah pencapaian monumental dalam mewujudkan keadilan sosial melalui pendidikan. Artinya, transformasi SPMB telah membuka pintu bagi anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi untuk mendapatkan kesempatan yang sama.
Sistem yang lebih transparan dan adil ini menghapus sekat-sekat eksklusivitas yang selama ini menjadi hambatan bagi pemerataan akses pendidikan.
Komitmen pemerataan diperkuat melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Beasiswa ADEM yang meraih apresiasi tertinggi—85,4 persen masyarakat menilai baik program ini. Sebanyak 25,7 persen responden merasakan keringanan biaya sekolah, sementara 18,8 persen melihat dampaknya pada pemerataan akses pendidikan.
Program bantuan finansial ini menjadi bukti bahwa negara hadir sebagai pelindung hak konstitusional setiap anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan layak, tanpa memandang status ekonomi keluarga.
Baca juga : Industri Halal Jadi Kunci Strategi Baru Industrialisasi Nasional
Sedangkan program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cukup, mendapat dukungan hingga mencapai 78,5 persen masyarakat.
Program ini menunjukkan pemahaman mendalam bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter holistik. Program tersebut seolah berdiri kokoh di atas adagium klasik bahwa “Educating the mind without educating the heart is no education at all.”
Oleh karena itu, Gerakan 7 Kebiasaan ini adalah manifestasi konkret dari filosofi tersebut. Masyarakat mengapresiasi dampak program ini dalam membentuk karakter positif (27,3 persen) dan menumbuhkan nilai moral-spiritual (23,7 perssen). Ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, berempati, dan memiliki kesadaran sosial tinggi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya