BREAKING NEWS
 

10 Ribu Ton Beras Tambahan Dikirim Ke Aceh

Mentan: Stok Cukup, Disiapkan 3 Kali Lipat

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Rabu, 10 Desember 2025 06:35 WIB
Mentan/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyetujui permohonan tambahan beras sebanyak 10 ribu ton untuk kebutuhan masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan longsor. (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebutuhan bahan pokok dan pembangunan infrastruktur di kawasan bencana alam Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) menjadi prioritas utama. Pemerintah memutuskan menambah bantuan 10 ribu ton beras khusus untuk Provinsi Aceh.

Penambahan alokasi ini menyusul permintaan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) kepada Pemerintah Pusat. 

Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan, kebutuhan tersebut akan segera dipenuhi. 

“Ini alokasi khusus untuk mendukung pemulihan pascabencana. Stok beras nasional kita saat ini sangat cukup, bahkan kami siapkan tiga kali lipat lebih tinggi dari permintaan Mualem,” kata Amran di Jakarta, Selasa (9/10/2025). 

Baca juga : Transaksi Harbolnas Akhir Tahun Diproyeksi Moncer

Menurut Amran, Perum Bulog Aceh akan segera menyalurkan 10 ribu ton beras tambahan tersebut dalam minggu ini. 

Penyaluran akan menggunakan mekanisme bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Tujuannya untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan harga beras di Aceh tetap terjangkau. 

Bantuan baru ini melengkapi alokasi awal sebanyak 10.614 ton beras untuk Aceh, yang merupakan bagian dari program darurat nasional untuk tiga provinsi di Sumatera yang terdampak bencana. 

Adsense

Secara keseluruhan, Pemerintah mengalokasikan 34.000 ton beras untuk Aceh, Sumut dan Sumbar. 

Baca juga : Ruang Ekspresi Penyandang Disabilitas Makin Diperluas

Permintaan tambahan stok beras muncul di tengah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menangani dampak bencana yang telah merenggut korban jiwa dan merusak infrastruktur, termasuk lahan pertanian. 

Amran menjamin, ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih mencukupi. Per 8 Desember 2025, stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog tercatat 3,68 juta ton. 

“Dengan stok 3,68 juta ton, kita punya cadangan tiga kali lipat dari kebutuhan bulanan nasional. Jadi, permohonan 10 ribu ton ini sangat kecil dibandingkan stok kita. Stok beras di Aceh akan kami pastikan tercukupi dan seluruh Indonesia tetap aman hingga panen raya Maret-April 2026,” jelasnya. 

Secara terpisah, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi. 

Baca juga : Raih Gelar Juara Dunia F1, Norris Berhak Pakai Nomor 1 Di Mobilnya

Kepala Negara memastikan suplai bahan pangan akan dikirim dari berbagai daerah lain. 

“Pangan akan kita kirim dari tempat lain. Cadangan-cadangan masih cukup banyak. Kemudian utang-utang kredit usaha rakyat, akan kita hapus dan petani tidak usah khawatir karena ini keadaan (bencana) alam. Karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa, force majeure,” kata Prabowo saat mengunjungi Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Minggu (7/12/2025). 

Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses pemulihan berlangsung cepat, terkoordinasi dan sesuai standar keselamatan. Ini untuk menjamin masyarakat Aceh dapat kembali beraktivitas dengan aman, lancar dan normal secepat mungkin. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense