Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kopdes Metuk Di Boyolali Kerek Kesejahteraan Warga
Buka Gerai Sembako Hingga Klinik Kesehatan Raup Omzet Rp 175 Juta
Selasa, 9 Desember 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Pemerintah meningkatkan taraf hidup masyarakat desa melalui pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mulai menunjukkan dampak menggembirakan. Hal itu salah satunya ditunjukkan Kopdes Metuk, di Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Kopdes ini menjadi pusat ekonomi warga.
Beroperasi penuh sejak Oktober, Kopdes ini menghadirkan banyak layanan. Mulai dari gerai sembako, gudang penyimpanan hingga klinik kesehatan. Kunci sukses Kopdes ini, menjual sembako dan memberikan layanan dengan harga yang bersahabat. Hal ini yang membuat warga makin ramai berbelanja. Omzet dikantongi Kopdes Metuk pun melonjak. Mulai dari Rp 125 juta menanjak menjadi Rp 177,5 juta dalam satu bulan.
Lokasi Kopdes Metuk sekitar enam kilometer ke utara dari Kantor Bupati Boyolali. Letaknya mudah dikenali karena berada di pinggir Jalan Pangeran Diponegoro Kilometer 5, yang kiri kanannya masih hamparan persawahan.
Di tengah area yang tenang itu, sebuah bangunan berfasad merah putih berdiri mencolok. Bangunan ini tampak kokoh dengan halaman yang luas. Bisa menampung belasan motor serta beberapa mobil. Dari kejauhan, bentuknya lebih menyerupai ritel modern. Sulit menebak bahwa bangunan itu sebenarnya sebuah koperasi desa.
Baca juga : Ahmad Irawan: Kami Akan Kaji Dan Bicarakan Secara Rinci
Begitu pintu dibuka, suasana belanja khas minimarket langsung terasa. Suasana di dalam gerai sembako ini sudah mirip toko modern. Berbagai barang dagangan diklasifikasikan dan ditata di atas rak. Rapi, bersih, dan adem. Petugasnya juga mengenakan seragam.
Gerai sembakonya selalu paling ramai. Di rak-rak depan, terpajang produk UMKM warga. Seperti beras lokal Metuk, abon lele, jamu herbal, keripik tempe, keripik ketela, hingga telur asin. Di bagian lain, air mineral produksi desa berdiri sejajar dengan merek komersial. Kopdes sengaja mengutamakan produk lokal agar perputaran uang tetap tinggal di desa.
Di dalam bangunan seluas 1.126 meter per segi itu, fasilitasnya menyerupai “mini hub ekonomi”. Selain gerai sembako, ada apotek desa, klinik umum, klinik gigi, ruang fisioterapi, dan gudang logistik.
Masih dalam bangunan yang sama, berdiri kantor koperasi. Di sini ada ruang konseling, hingga layanan simpan pinjam. Selain ritel sembako, Kopdes membuka unit bisnis yang tak lazim di mi liki koperasi desa. Yaitu klinik fisioterapi dan klinik gigi.
Baca juga : Ujang Bey: Aturan Ini Belum Terlalu Dibutuhkan
Manajer Pengelola Kopdes Metuk Sumono mengatakan, ide ini muncul dari hasil 26 kali pengurus menghadiri rapat RT. Keluhan warga yang paling sering yaitu sakit pinggang, pegal linu, dan sakit gigi.
“Dari situ kami terinspirasi membuka layanan terapi dan klinik,” kata Sumono.
Ia bahkan mendatangkan ahli fisioterapi dari Solo untuk melatih pemuda desa yang berlatar pendidikan kesehatan. Kini, klinik ini jadi primadona warga lansia. Letak puskesmas yang cukup jauh, sekitar lima kilometer, membuat kehadiran klinik ini sangat membantu warga. Selain fisioterapi, Kopdes Metuk juga membuka klinik gigi lengkap dengan peralatannya.
Unit usaha lainnya tak kalah penting. Kopdes Metuk memasok gas melon dan beras murah ke warung-warung kelontong di desa. Harga gas 3 kilogram dipatok Rp 18 ribu. Lebih murah dibanding warung yang biasa menjual di atas Rp 20 ribu. Minyak goreng satu liter hanya Rp 15.700. Sayur-mayur dipasok langsung dari petani di kaki Merbabu dan Merapi, sehingga lebih murah, segar, dan selalu cepat habis.
Baca juga : Menhub Perintahkan Petugas Siaga 24 Jam
Tak heran, omzet Kopdes melonjak. Oktober, perputaran transaksi masih Rp 125 juta. Masuk November, naik menjadi Rp 177,5 juta. Jumlah anggota Kopdes kini 825 orang, angka besar untuk desa dengan 3.000-an penduduk.
“Warga antusias karena harga kita bersaing dan barangnya lengkap,” kata Wakil Ketua Bidang Usaha Kopdes Metuk, Aditiya Setyo Pamungkas, kepada Rakyat Merdeka, Senin (1/12/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya