RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengambil langkah cepat membantu mahasiswa dan alumni yang terdampak bencana banjir bandang serta tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera. Salah satunya, mengizinkan pencetakan ulang ijazah dan dokumen kelulusan yang hilang akibat bencana.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan, kementeriannya memberikan ruang bagi alumni dan mahasiswa untuk mengajukan dokumen pengganti apabila dokumen kelulusan mereka hilang karena bencana alam.
“Jika terdapat persoalan terkait dokumen kelulusan yang hilang akibat bencana, tentu Kemendiktisaintek memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk mengajukan dokumen pengganti,” ujar Khairul di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (13/12/2025).
Baca juga : Pemerintah Optimistis Ekonomi 2026 Stabil
Khairul memahami, bencana hidrometeorologi dan ekologis yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk hilangnya berbagai dokumen penting milik mahasiswa dan alumni.
“Kemendiktisaintek berkomitmen untuk responsif dan mengawal pelayanan terkait dokumen kelulusan yang hilang akibat bencana alam,” tegasnya.
Berdasarkan data awal, sekitar 22 ribu mahasiswa dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak langsung oleh musibah tersebut. “Dalam catatan terakhir, ada sekitar 22 ribu mahasiswa yang terdampak,” ujar Khairul.
Baca juga : Lantik Pimpinan DPW Kalbar, Ahmad Ali Target PSI Masuk Posisi 3 Besar
Dijelaskan, dampak yang dialami para mahasiswa sangat beragam, mulai dari kerusakan tempat tinggal hingga kondisi orang tua atau anggota keluarga yang turut menjadi korban bencana. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui.
Sejumlah perguruan tinggi di wilayah terdampak masih melakukan pendataan, sementara sebagian mahasiswa telah berangsur kembali ke daerah masing-masing. Kemendiktisaintek memastikan akan terus hadir mengawal proses pendataan agar setiap mahasiswa korban bencana memperoleh bantuan sesuai dengan skala prioritas yang ditetapkan Pemerintah.
Sebagai bagian dari implementasi arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kemendiktisaintek juga terus berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk merespons cepat bencana di Sumatera. Khairul melakukan koordinasi intensif serta pemantauan Posko Kesehatan Universitas Andalas (Unand), yang menjadi salah satu klaster pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Barat.
Baca juga : Mendekati Perayaan Nataru, Infrastruktur Dan Stok BBM Kunci Lancarnya Perjalanan
“Kolaborasi antarpenguruan tinggi berjalan sangat baik. Dengan menggabungkan tenaga dan sumber daya, penanganan di lapangan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Khairul.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.