Sebelumnya
Terkait pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana, Meutya memaparkan bahwa progres pemulihan fisik tower sudah cukup signifikan namun masih terkendala operasional sinyal akibat keterbatasan pasokan listrik.
“Di Sumut sudah 97-98 persen. Di Aceh, tower yang berfungsi sudah 87 persen, tetapi yang benar-benar on-air baru sekitar 50 persen karena listrik belum stabil,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Meutya mengingatkan bahwa tantangan ruang digital saat ini jauh lebih berat dibandingkan satu dekade lalu.
Baca juga : Penggunaan Produk Lokal, Perkuat Ekonomi Nasional
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) serta meningkatnya isu kesehatan mental menjadi fokus baru Pemerintah dalam penguatan literasi digital.
“Kita harus hadir untuk menyadarkan masyarakat bahwa teknologi harus dikendalikan oleh manusia, bukan sebaliknya. Jangan sampai kita yang dikontrol oleh gadget,” ucapnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi Bonifasius Wahyu Pujianto menambahkan, adanya keterlibatan aktif komunitas literasi digital dalam penanganan bencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Baca juga : Gerindra, Partai Paling Terbuka Dan Transparan
Termasuk dukungan konektivitas darurat melalui satelit dan pemulihan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS).
“Mereka ini bukan hanya pegiat literasi digital tapi juga relawan yang turun langsung saat bencana. Pengalaman mereka sangat berharga untuk dibagikan,” ujarnya. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 6, edisi Kamis, 18 Desember 2025 dengan judul "Lawan Kejahatan Siber Menkomdigi Perbarui Program Literasi Digital"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.