BREAKING NEWS
 

Negara Hadir Sejak Awal Cegah Penipuan Online Terhadap Pekerja Migran

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 21 Desember 2025 14:43 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni pencarian kerja di ruang digital. Langkah ini dilakukan untuk menutup celah penipuan lowongan kerja daring yang kerap menjerat calon PMI.

Penguatan tersebut diwujudkan melalui kerja sama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Kolaborasi ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan praktik penipuan kerja online yang menyasar warga negara Indonesia yang ingin bekerja ke luar negeri.

Baca juga : BNI Bersama BUMN Peduli Hadir Cepat Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana Sumatra

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan, ruang digital kini menjadi pintu utama pencarian kerja. Karena itu, kehadiran negara sejak awal menjadi krusial agar masyarakat tidak terjebak informasi palsu.

Adsense

“Negara harus hadir dalam pelindungan PMI agar mereka tidak merasa berjalan sendiri, tapi didampingi sistem yang melindungi, memberdayakan, dan menyuarakan aspirasinya,” kata Meutya, dalam acara Penandatanganan Nota Kerja Sama Kemkomdigi dengan KP2MI, di Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025), seperti dimuat di laman komdigi.go.id.

Baca juga : Waspada, Angin Kencang Berpotensi Terjang Wilayang Perairan Jakarta

Sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2025, Pemerintah telah menindaklanjuti lebih dari 300 laporan terkait lowongan kerja fiktif dan praktik ilegal yang menyasar calon PMI di ruang digital.

“Kita lakukan dengan lebih cepat dan lebih masif lagi untuk melakukan penurunan konten (takedown) terhadap konten-konten yang menipu, mengeksploitasi, dan menyesatkan para pekerja migran kita,” ujar Meutya.

Baca juga : Kemenag Buka Kembali Layanan Pengajuan Pendaftaran Keberadaan Pesantren

Menurutnya, pencegahan penipuan sejak tahap awal bukan hanya melindungi PMI secara individu, tetapi juga menjaga agar penghasilan mereka benar-benar sampai kepada keluarga di tanah air dan memberi dampak langsung bagi perekonomian nasional.

Selain penindakan, pemerintah juga menyiapkan program literasi digital yang praktis bagi PMI dan keluarga. Materi ini dirancang untuk membantu masyarakat mengenali ciri penipuan daring, menjaga data pribadi, serta memilih kanal informasi resmi yang dapat dipercaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense