BREAKING NEWS
 

Read Indonesia, Etalase Sastra Nusantara

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 27 Desember 2025 22:39 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan platform digital Read Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat promosi sastra Indonesia di tingkat global. Platform yang dapat diakses melalui readindonesia.id ini diharapkan menjadi rujukan utama publik internasional dalam mengenal karya, penulis, dan ekosistem sastra Indonesia secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Read Indonesia merupakan inisiatif Direktorat Promosi Kebudayaan di bawah Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud. Kehadirannya menandai langkah konkret negara dalam menghadirkan sistem promosi sastra nasional yang lebih terencana, berorientasi internasional, dan berkelanjutan.

Melalui satu ruang digital terpadu, Read Indonesia menyajikan informasi mengenai karya sastra Indonesia, profil penulis dan sastrawan, agenda festival sastra, hingga capaian dan penghargaan yang diraih. Platform ini dirancang sebagai sumber rujukan bagi pembaca, penerbit, dan pemangku kepentingan sastra global.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, Read Indonesia bukan sekadar kanal digital, melainkan penanda kehadiran negara dalam mengelola promosi sastra nasional secara lebih sadar dan bertanggung jawab.

“Ini bukan sekadar peluncuran sebuah platform digital, melainkan langkah awal menuju penguatan sistem promosi sastra Indonesia yang berkelanjutan dan berorientasi global,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga : SMBC Indonesia Gandeng Lions Club Salurkan Bantuan di Sumatra Utara

Menurut Fadli, penguatan promosi sastra sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan peran negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Salah satu upaya memajukan kebudayaan nasional adalah melalui promosi kebudayaan, dan sastra merupakan bagian penting dari upaya tersebut. Sastra adalah salah satu dari sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan yang memiliki peran strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyoroti besarnya potensi sastra Indonesia yang belum sepenuhnya dikenal di tingkat internasional, antara lain akibat keterbatasan penerjemahan dan jejaring global.

“Oleh karena itu, penguatan ekosistem sastra, termasuk penerjemahan dan jejaring global, menjadi agenda penting ke depan,” tuturnya.

Adsense

Ia menjelaskan, Read Indonesia dirancang sebagai ruang rujukan yang memperkenalkan sastra Indonesia melalui karya dan para pelakunya, sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan penulis, penerbit, dan pembaca lintas negara. Namun, platform ini bukan tujuan akhir.

Baca juga : IIBF: Jangan Salahkan Sawit Indonesia, Masalahnya di Tata Kelola

“Read Indonesia adalah instrumen strategis yang harus didukung oleh kebijakan kurasi yang kuat, program penerjemahan yang konsisten, serta penguatan kapasitas penulis dan penerbit nasional agar mampu berinteraksi dengan ekosistem global,” tegas Fadli.

Sementara itu, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud Endah T. D. Retnoastuti menyampaikan, Read Indonesia dirancang untuk menjawab kebutuhan akan ruang promosi sastra Indonesia yang terintegrasi dan mudah diakses publik internasional.

“Karya sastra Indonesia sangat kaya, tetapi selama ini belum memiliki satu ruang terpadu untuk mempromosikan sastrawan, karya mereka, festival sastra, serta capaian dan penghargaan yang diraih,” ujar Endah.

Sejak awal 2025, Kemenbud telah membentuk Tim Promosi Sastra untuk merancang langkah-langkah promosi sastra Indonesia dari hulu ke hilir. Upaya tersebut mencakup fasilitasi keikutsertaan penulis dan penerbit Indonesia dalam berbagai forum sastra dan perbukuan internasional.

Endah juga mengungkapkan agenda strategis Indonesia di panggung perbukuan global. Pada 2026, Indonesia dijadwalkan menjadi Guest of Honour dalam Abu Dhabi International Book Fair.

Baca juga : AS Bombardir ISIS di Suriah, Balas Dendam Atas Tewasnya 2 Tentara

“Program ini tentu membutuhkan dukungan serta keterlibatan aktif para sastrawan, penulis, penerbit, dan mitra strategis,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kemenbud meluncurkan sejumlah publikasi kebudayaan sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi dan promosi budaya. Publikasi tersebut meliputi buku The Wonder of Indonesian Wayang, buku Keramik Cina Temuan Sungai Musi, serta penerbitan Majalah Kultur yang dikelola Direktorat Promosi Kebudayaan.

Buku The Wonder of Indonesian Wayang disusun dalam bahasa Inggris untuk memperluas jangkauan audiens internasional terhadap khazanah pewayangan Indonesia sebagai warisan budaya tak benda. Sementara itu, buku Keramik Cina Temuan Sungai Musi mendokumentasikan jejak sejarah dan interaksi budaya maritim Nusantara melalui temuan artefak keramik yang mencerminkan panjangnya tradisi perdagangan di wilayah Sungai Musi.

Adapun Majalah Kultur diterbitkan sebagai ruang artikulasi gagasan, pemikiran, dan wacana kebudayaan, sekaligus untuk memperkuat literasi budaya masyarakat.

Peluncuran Read Indonesia menegaskan komitmen Kemenbud dalam memperkuat ekosistem sastra nasional melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Platform ini diharapkan menjadi fondasi bagi sistem promosi sastra Indonesia yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika global, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di tingkat internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense