RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempercepat pemulihan administrasi kependudukan (adminduk) warga terdampak bencana di Sumatera. Sejauh ini, Kemendagri telah menerbitkan 63.230 dokumen kependudukan warga terdampak bencana tanpa pungutan biaya.
“Untuk yang rusak kita perbaiki dan sudah berjalan. Sampai hari ini sudah diproduksi sebanyak 63.230 dokumen dan ini semua tidak bayar,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dalam keterangan resminya, Selasa (30/12/2025).
Sejak 15 Desember 2025, Kemendagri mengerahkan sembilan tim untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di 52 kabupaten/kota terdampak bencana. Dukungan tersebut difokuskan pada penggantian dokumen warga yang hilang atau rusak akibat bencana alam.
Dokumen yang diganti meliputi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTPel), akta kelahiran, akta kematian, serta dokumen kependudukan lain sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Sepanjang 2023-2025, BNPT Berhasil Gagalkan 27 Rencana Serangan Terorisme
“Kami akan terus bekerja membantu masyarakat yang kehilangan dokumen supaya mereka kembali memiliki data kependudukan. Sekali lagi, ini tidak dipungut bayaran,” tegas Tito.
Dalam pelaksanaannya, sebagian besar unit Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di daerah terdampak tetap beroperasi atau sudah memasuki tahap pemulihan. Dari 52 daerah terdampak, hanya tiga unit Dukcapil yang sempat tidak berjalan optimal, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, dan Kota Langsa.
Unit Dukcapil di daerah lain, termasuk di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dilaporkan tetap beroperasi. Sejumlah kendala teknis yang sempat muncul telah ditangani.
“Di Sumatera Utara juga bagus. Kota Sibolga sempat ada masalah sedikit, tetapi sudah kita perbaiki. Di Sumatera Barat, alhamdulillah tidak ada peralatan yang rusak,” ujar Tito.
Bantuan Perabotan
Baca juga : APBN 2025 Terkelola Baik, Belanja 2026 Dipercepat
Di sisi lain, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat telah menyalurkan bantuan senilai total Rp 100,48 miliar untuk penanganan tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun, di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Bantuan tersebut mencakup penyediaan lauk pauk, family kit, perlengkapan anak (kidsware), serta bahan makanan untuk operasional 42 dapur umum. Bantuan disalurkan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh sebesar Rp 43,6 miliar, Sumatera Barat Rp 19,41 miliar, dan Sumatera Utara Rp 37,45 miliar.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp 15 juta per orang. Santunan tersebut telah dicairkan kepada 86 ahli waris dengan total nilai Rp 1,29 miliar di Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Sibolga.
Untuk santunan bagi korban di Kota Padang Panjang, masih menunggu penyelesaian verifikasi data oleh pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca juga : Internal PPP Sumatera Selatan Memanas, Kantor DPW Disegel Kelompok Massa GPK
Dalam fase pemulihan pascabencana, Kemensos juga menyiapkan bantuan lanjutan berupa hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Setiap keluarga terdampak juga akan menerima bantuan tunai Rp 3 juta untuk pembelian perlengkapan rumah tangga, serta bantuan tambahan Rp 450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan untuk kebutuhan pangan.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan stimulan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga guna mendukung pemulihan jangka panjang. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Rabu, 31 Desember 2025 dengan judul "Bantu Korban Bencana Kemendagri Terbitkan 63 Ribu Dokumen Adminduk Tanpa Biaya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.