BREAKING NEWS
 

Bangsal Cold Storage Kementan Bikin Bawang Merah Kendal Semakin Kompetitif

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 1 Januari 2026 15:23 WIB
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri panen raya bawang merah di Kecamatan Gemuh, Kendal, Rabu (31/12/2025). Hadir juga dalam panen raya ini perwakilan Kementan Agung Sunusi. Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan bangsal cold storage dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinilai memperkuat daya saing bawang merah Kendal, baik di pasar regional maupun nasional.

Bantuan tersebut menjadi solusi penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus mengendalikan harga saat panen raya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dyah saat menghadiri Panen Raya Bawang Merah di Kelurahan Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (31/12/2025).

Hadir dalam acara tersebut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikulltura Kementan Agung Sunusi, beserta ratusan petani champion Bawang Merah.

Ia menegaskan keberhasilan panen raya kali ini merupakan buah ari dedikasi dan kerja keras petani yang didukung kolaborasi berbagai pihak.

Baca juga : Swasembada Bawang Merah Sejak 2016, Kendal Sukses Topang Pangan Nasional

“Keberhasilan hari ini adalah hasil dedikasi dan kerja keras para petani bawang merah. Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petani, kelompok tani, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujar Dyah.

Dyah menyatakan panen raya tersebut menjadi momentum penguatan komitmen swasembada pangan daerah. Menurutnya, peningkatan produksi tidak boleh berhenti pada satu atau dua komoditas, tetapi harus diperluas agar kemandirian pangan daerah semakin kokoh.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian salah satunya tercermin dari meningkatnya nilai tukar petani. Karena itu, Pemkab Kendal terus mendorong penguatan kapasitas petani, pengembangan jaringan pasar hortikultura, serta kolaborasi dengan pelaku usaha pertanian.

Adsense

Bupati juga berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah dipersiapkan dapat menjadi simpul kerja sama antarkoperasi desa di Kabupaten Kendal, khususnya dalam mendukung distribusi dan pemasaran hasil pertanian.

“Kita juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM sesuai kompetensi serta tata kelola pemerintahan yang efektif agar seluruh program pendampingan petani bisa berjalan optimal,” katanya.

Baca juga : Bantu Pemulihan Pascabencana, Jawa Tengah Kembali Kirim Starlink Ke Aceh

Dyah menyebut, Kabupaten Kendal merupakan salah satu sentra bawang merah utama di Jawa Tengah dan telah diakui Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga bawang merah terbesar kedua setelah Brebes.

Sentra produksi tersebar di Kecamatan Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Weleri, hingga Gemuh. Menurutnya, produktivitas bawang merah Kendal telah mencapai ribuan ton per tahun dengan kualitas yang diakui baik dan mampu bersaing harga di berbagai daerah, tidak hanya di Kendal.

Dalam kesempatan itu, Dyah secara khusus mengapresiasi bantuan bangsal cold storage dari Kementerian Pertanian serta pembentukan paguyuban petani.

“Dengan dukungan listrik dari desa, efisiensi operasional meningkat signifikan. Harapannya bangsal bawang merah ini bisa dimanfaatkan optimal, terutama saat panen raya, sekaligus membantu pengendalian harga,” ujarnya.

Dyah menegaskan, kebijakan Pemkab Kendal terus diarahkan untuk memperkuat posisi daerah sebagai produsen bawang merah strategis di Jawa Tengah melalui pendekatan kelembagaan, teknis budidaya, dukungan infrastruktur, serta adaptasi terhadap digitalisasi pertanian.

Baca juga : Man United Seret, Amorim Yakin Setan Merah Akan Bangkit

Ia menilai panen raya tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat apabila didukung kepastian pasar dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani.

“Di tengah keterbatasan anggaran dan penurunan transfer ke daerah, kita harus terus berinovasi. Tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci agar ketahanan pangan berkelanjutan bisa terwujud,” pungkas Dyah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense