Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Standar Kesehatan Diperketat
Haji 2026 Makin Selektif
Sabtu, 13 Desember 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperketat standar kesehatan jemaah untuk Haji 2026. Istithaah, yakni syarat kemampuan kesehatan jemaah, kini jadi penentu utama sebelum pelunasan.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau pemeriksaan istithaah di Puskesmas Nusa Indah, Bengkulu, Jumat (12/12/2025). Dahnil mengingatkan, pengawasan Arab Saudi makin tegas. Jemaah yang tak memenuhi syarat berisiko dipulangkan saat pemeriksaan acak di bandara.
Dia melihat masih ada daerah yang bergerak lambat. Kondisi ini bisa berdampak pada pelunasan, karena status kesehatan menjadi dasar kelanjutan proses administrasi. Pemeriksaan tidak sekadar administratif, tetapi penentu kemampuan jemaah menjalankan ibadah.
Baca juga : Yusril Serukan Sinergi Antara Pusat & Daerah
“Maka kami mendorong akselerasi percepatan, karena perlambatan ikut mempengaruhi pelunasan,” ujarnya dalam siaran pers.
Dia menambahkan, percepatan istithaah butuh dukungan penuh dari Dinas Kesehatan daerah. Menurutnya, fasilitas kesehatan harus cepat serta tetap menjaga alur pemeriksaan tetap rapi agar pelunasan tidak terhambat. Pemerintah juga ingin memastikan standar kesehatan Indonesia berjalan sejalan dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi yang semakin ketat.
“Kami minta sinergi Dinkes dan sarana pemeriksaan supaya prosesnya cepat,” imbuhnya.
Baca juga : Pemulihan Bencana Cepat Dan Terukur
Sekadar tahu saja, istithaah kesehatan haji adalah syarat kemampuan kesehatan untuk memastikan jemaah cukup sehat dan aman menjalankan ibadah haji. Politikus Partai Gerindra ini mengingatkan, pengawasan Saudi kini jauh lebih tegas. Pemeriksaan acak di bandara Arab Saudi memungkinkan jemaah yang tidak istithaah dipulangkan saat itu juga. Ia mengingatkan risiko itu nyata sehingga integritas proses di Indonesia tidak boleh goyah.
“Saudi akan lakukan pemeriksaan acak dan bisa memulangkan jemaah tidak istithaah,” tegasnya.
Dia mengingatkan agar tidak ada moral hazard dalam pemeriksaan. Praktik meloloskan jemaah yang tidak layak dianggap merugikan jemaah sendiri karena risiko kesehatan di lapangan sangat besar. Ia ingin proses seleksi tetap bersih dan fokus pada keselamatan jemaah.
Baca juga : NasDem Jabar Bakal Bentuk Enam Ribu DPRt Tingkat Desa
“Kami berharap tidak ada lagi upaya meloloskan jemaah yang tidak istithaah,” katanya.
Dahnil juga menyoroti kesiapan petugas yang mendampingi jemaah. Petugas harus siap bekerja penuh sepanjang hari karena dinamika kesehatan jemaah bisa berubah cepat. Pendampingan dianggap penting supaya jemaah merasa aman selama menjalankan rangkaian ibadah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya