Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bangsal Cold Storage Kementan Bikin Bawang Merah Kendal Semakin Kompetitif
Kamis, 1 Januari 2026 15:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan bangsal cold storage dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) yang dinilai memperkuat daya saing bawang merah Kendal, baik di pasar regional maupun nasional.
Bantuan tersebut menjadi solusi penting dalam menjaga kualitas produk sekaligus mengendalikan harga saat panen raya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Dyah saat menghadiri Panen Raya Bawang Merah di Kelurahan Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (31/12/2025).
Hadir dalam acara tersebut Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikulltura Kementan Agung Sunusi, beserta ratusan petani champion Bawang Merah.
Ia menegaskan keberhasilan panen raya kali ini merupakan buah ari dedikasi dan kerja keras petani yang didukung kolaborasi berbagai pihak.
Baca juga : Swasembada Bawang Merah Sejak 2016, Kendal Sukses Topang Pangan Nasional
“Keberhasilan hari ini adalah hasil dedikasi dan kerja keras para petani bawang merah. Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petani, kelompok tani, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujar Dyah.
Dyah menyatakan panen raya tersebut menjadi momentum penguatan komitmen swasembada pangan daerah. Menurutnya, peningkatan produksi tidak boleh berhenti pada satu atau dua komoditas, tetapi harus diperluas agar kemandirian pangan daerah semakin kokoh.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian salah satunya tercermin dari meningkatnya nilai tukar petani. Karena itu, Pemkab Kendal terus mendorong penguatan kapasitas petani, pengembangan jaringan pasar hortikultura, serta kolaborasi dengan pelaku usaha pertanian.
Bupati juga berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang tengah dipersiapkan dapat menjadi simpul kerja sama antarkoperasi desa di Kabupaten Kendal, khususnya dalam mendukung distribusi dan pemasaran hasil pertanian.
“Kita juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM sesuai kompetensi serta tata kelola pemerintahan yang efektif agar seluruh program pendampingan petani bisa berjalan optimal,” katanya.
Baca juga : Bantu Pemulihan Pascabencana, Jawa Tengah Kembali Kirim Starlink Ke Aceh
Dyah menyebut, Kabupaten Kendal merupakan salah satu sentra bawang merah utama di Jawa Tengah dan telah diakui Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga bawang merah terbesar kedua setelah Brebes.
Sentra produksi tersebar di Kecamatan Ringinarum, Ngampel, Pegandon, Weleri, hingga Gemuh. Menurutnya, produktivitas bawang merah Kendal telah mencapai ribuan ton per tahun dengan kualitas yang diakui baik dan mampu bersaing harga di berbagai daerah, tidak hanya di Kendal.
Dalam kesempatan itu, Dyah secara khusus mengapresiasi bantuan bangsal cold storage dari Kementerian Pertanian serta pembentukan paguyuban petani.
“Dengan dukungan listrik dari desa, efisiensi operasional meningkat signifikan. Harapannya bangsal bawang merah ini bisa dimanfaatkan optimal, terutama saat panen raya, sekaligus membantu pengendalian harga,” ujarnya.
Dyah menegaskan, kebijakan Pemkab Kendal terus diarahkan untuk memperkuat posisi daerah sebagai produsen bawang merah strategis di Jawa Tengah melalui pendekatan kelembagaan, teknis budidaya, dukungan infrastruktur, serta adaptasi terhadap digitalisasi pertanian.
Baca juga : Man United Seret, Amorim Yakin Setan Merah Akan Bangkit
Ia menilai panen raya tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat apabila didukung kepastian pasar dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani.
“Di tengah keterbatasan anggaran dan penurunan transfer ke daerah, kita harus terus berinovasi. Tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci agar ketahanan pangan berkelanjutan bisa terwujud,” pungkas Dyah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya