RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat upaya pencegahan korupsi di internal kementerian melalui pemanfaatan teknologi digital. Melalui Inspektorat Jenderal, Kemenbud meluncurkan aplikasi antifraud dan e-audit sebagai bagian dari transformasi pengawasan berbasis data dan risiko.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menamai aplikasi antifraud tersebut SAMAN (Sistem Manajemen Anti-Fraud). Sementara aplikasi e-audit diberi nama BIMA (Basis Informasi Manajemen Audit).
Peluncuran aplikasi SAMAN dan BIMA menjadi langkah konkret Kemenbud sebagai kementerian baru dalam memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Dua aplikasi tersebut dirancang untuk mendeteksi secara langsung berbagai modus kecurangan sekaligus mendorong transformasi pengawasan dari pendekatan administratif menuju pengawasan modern berbasis data, teknologi, dan analisis risiko.
“Kami berharap pengawasan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai solusi strategis dalam pencapaian tujuan organisasi,” ujar Fadli, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).
Baca juga : 2026, Kementan Wujudkan Hilirisasi Sektor Perkebunan
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, pencegahan korupsi harus dilakukan sejak awal dengan memanfaatkan adaptasi digital. Dengan demikian, setiap program kementerian dapat berjalan tepat sasaran, efisien, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi secara terpadu. Yang paling penting adalah bagaimana upaya tersebut dimulai sejak awal, yakni dari pencegahan,” tuturnya.
Aplikasi SAMAN dan BIMA dirancang untuk memastikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban program Kemenbud berjalan transparan, terukur, dan dapat diaudit.
“Saya mengapresiasi Inspektorat Jenderal Kemenbud yang mampu membangun dua aplikasi ini dalam waktu kurang dari satu tahun. Ini menjadi yang pertama di lingkungan inspektorat jenderal kementerian di Indonesia,” ucap Fadli.
Inspektur Jenderal Kemenbud Fryda Lucyana menegaskan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak sistemik dan endemik. Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat.
Baca juga : Inovasi Layanan, BCA Luncurkan Poket Rupiah Di Aplikasi myBCA
Oleh karena itu, upaya pencegahannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi serta pendekatan pengawasan berbasis risiko.
“Aplikasi antifraud ini dikembangkan dalam waktu empat bulan sejak September 2025. Kami yakini sebagai yang pertama di Indonesia yang secara khusus berfokus pada deteksi langsung modus kecurangan,” kata Fryda.
Melalui aplikasi tersebut, Kemenbud berupaya membangun ekosistem pengawasan yang inklusif, di mana setiap insan Kemenbud memiliki ruang dan peran aktif dalam menjaga integritas organisasi.
Fryda juga menyampaikan apresiasi kepada Fadli Zon atas dukungan dan dorongan berkelanjutan dalam peningkatan kinerja pengawasan. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan akuntabel demi kemajuan kebudayaan Indonesia.
Dia menegaskan, keberhasilan peluncuran kedua aplikasi tersebut di penghujung tahun menunjukkan komitmen Kemenbud untuk tetap produktif, kreatif, dan berkinerja.
Baca juga : Lagi, Kilang Pertamina Luncurkan Produk Setara Euro 5
“Dua aplikasi ini ditujukan untuk memperkuat sistem pengendalian intern, pengawasan berbasis risiko, serta pencegahan korupsi secara proaktif di lingkungan kementerian,” tegasnya.
Peluncuran SAMAN dan BIMA juga menegaskan peran Inspektorat Jenderal Kemenbud tidak hanya sebagai watchdog, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Meski demikian, komitmen integritas seluruh jajaran tetap menjadi kunci utama.
Oleh karena itu, kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi antikorupsi sebagai upaya meneguhkan nilai, sikap, dan perilaku antikorupsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, kesadaran antikorupsi semakin menguat, pemanfaatan aplikasi antifraud dan e-audit berjalan optimal, serta budaya integritas kian mengakar di seluruh unit kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.