RM.id Rakyat Merdeka - Polri terus memaksimalkan bantuan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Hingga saat ini, Polri telah mengerahkan 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang tersebar di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pengerahan dilakukan secara terbuka dan terukur untuk membersihkan lumpur serta material banjir, membuka akses jalan dan jembatan, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali digunakan secepat mungkin.
Di Aceh, alat berat Polri dikerahkan di berbagai kabupaten, mulai dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara. Sebanyak 27 unit alat berat bekerja setiap hari membuka akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, membangun dan memperkuat tanggul sungai, hingga mengamankan harta benda masyarakat.
Baca juga : Pulihkan Sumatera, Polri Kerahkan 86 Alat Berat Ke Lokasi Bencana
Di sejumlah lokasi, personel Polri bersama warga bahu-membahu mengoperasikan alat berat demi mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.
Di Sumatera Barat, Polri mengerahkan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses nagari dan korong, membersihkan permukiman serta fasilitas layanan publik, sekaligus memastikan jalur distribusi logistik masyarakat dapat kembali berjalan.
Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan seiring masih ditemukannya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.
Baca juga : Baharkam Polri Kerahkan K-9 Jaga Keamanan Perayaan Tahun Baru di HI
Di Sumatera Utara, Polri mengerahkan 47 unit alat berat di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, Polri memahami beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana. Polri merasakan langsung duka dan kelelahan masyarakat yang rumah, lingkungan, dan akses hidupnya tertimbun lumpur serta material.
"Polri tidak akan berhenti hingga seluruh akses di lokasi bencana benar-benar pulih. Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,” ujar Trunoyudo.
Baca juga : Waskita Karya Tuntaskan Pembangunan 80 Huntara Di Aceh Dalam 6 Hari
Dia juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan kekuatan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit tersebut.
“Kami sangat salut atas kesabaran, ketabahan, dan kerja sama masyarakat. Polri mengajak para relawan dan seluruh elemen untuk terus bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,” tambahnya.
Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dengan mengerahkan alat berat dan seluruh kemampuan yang dimiliki, serta memastikan setiap upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga hingga kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra benar-benar pulih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.