Sebelumnya
“BSSN ibarat suatu angkatan perang. Anda semua adalah awak dari angkatan perang asimetrik. BSSN harus menjadi safety belt atau sabuk pengaman stabilitas nasional,” tegasnya.
Sjafrie menyoroti pergeseran karakter ancaman pertahanan dari perang konvensional menuju perang asimetris. Dalam konteks tersebut, peran BSSN menjadi sentral dan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Baca juga : Diumumkan KPK, Bupati Pati Jadi Tersangka
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyatakan kesiapan menjawab tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Dia menegaskan, seluruh personel BSSN memiliki mentalitas juang tinggi dalam menjaga ruang siber Indonesia.
“Apa yang disampaikan Bapak Menhan merupakan tantangan sekaligus apresiasi bagi kami untuk terus mengembangkan kapasitas dalam menjaga kedaulatan dan integritas nasional,” kata Nugroho.
Baca juga : Wakil Bupati Gugat Bupati Rp 25,5 Miliar
Ancaman siber global diperkirakan akan terus meningkat. Perusahaan keamanan siber Kaspersky, dalam laporannya, memproyeksikan munculnya berbagai ancaman baru pada 2026. Mulai dari trojan perbankan yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, pertumbuhan layanan deepfake untuk rekayasa sosial, hingga kemunculan infostealer regional yang menargetkan wilayah tertentu. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 21 Januari 2026 dengan judul "BSSN Sebagai Garda Terdepan Keamanan Siber Jadi Pilar Bagi Ketahanan Nasional"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.