RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan komitmennya dalam mendukung penciptaan ruang aman bagi perempuan di lingkungan keluarga. Upaya ini sejalan dengan penguatan fungsi keluarga, khususnya fungsi perlindungan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
Hal tersebut disampaikan Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji saat menerima audiensi Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Wihaji menerangkan, upaya yang dapat dilakukan Kemendukbangga/BKKBN berkaitan dengan mewujudkan ruang aman bagi perempuan dalam keluarga adalah melalui kolaborasi program Generasi Berencana (GenRe). “Di dalamnya terdapat ajakan untuk tidak melakukan pernikahan dini, tidak melakukan hubungan seksual pranikah, serta pengaturan jarak kehamilan untuk mengatasi Angka Kematian Ibu (AKI),” ujarnya.
Baca juga : Kemendikdasmen Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman Untuk Guru Dan Siswa
Ia menjelaskan, penguatan edukasi keluarga menjadi langkah strategis untuk mencegah berbagai kerentanan yang dialami perempuan, terutama yang bersumber dari praktik perkawinan anak dan kurangnya perencanaan keluarga.
Berdasarkan hasil konsultasi Komnas Perempuan dengan masyarakat serta kementerian dan lembaga terkait pada 21 November 2025, AKI tercatat sebagai salah satu isu krusial perempuan dalam keluarga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan, AKI pascamelahirkan mencapai 189 per 100 ribu kelahiran hidup.
Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor menegaskan, kerentanan perempuan dalam keluarga tidak hanya berdampak pada kesehatan reproduksi.
Baca juga : BPW Indonesia Perkuat Kolaborasi Perempuan Profesional
“Selain Angka Kematian Ibu, dampak kerentanan perempuan dalam keluarga yang dapat mengancam pada kematian antara lain kekerasan dalam rumah tangga, femisida atau pembunuhan terhadap perempuan, serta keterlibatan perempuan dalam radikalisme dan terorisme,” jelas Maria.
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga mendorong penguatan kerja sama formal antara Kemendukbangga/BKKBN dan Komnas Perempuan melalui penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang memuat secara rinci mekanisme dan teknis kolaborasi dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan.
Kolaborasi dapat diperluas melalui program edukasi berbasis pendekatan siklus hidup. Upaya ini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini hingga fase berkeluarga.
Baca juga : Baleg Ingin Perjelas Definisi Kemaslahatan
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menambahkan bahwa Kemendukbangga/BKKBN telah memiliki sejumlah program edukatif yang dapat disinergikan. “Di Kemendukbangga/BKKBN terdapat Kelas Orang Tua Hebat serta Kelas Orang Tua Bersahaja (Bersahabat dengan Remaja) yang ditujukan bagi masyarakat dan para kader,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.