Dark/Light Mode

CSR PGN Kembangkan Danau Kemiri, Pendapatan Petani Karet Naik 33 Persen

Rabu, 14 Januari 2026 05:46 WIB
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menyerahkan sarana wisata edukatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (12/1).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menyerahkan sarana wisata edukatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (12/1).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menyerahkan sarana wisata edukatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (12/1).

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PGN melalui Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa).

Program Pendekar Dewa dirancang untuk memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Melalui program ini, PGN mendorong terwujudnya masyarakat Desa Pagardewa yang mandiri dan berdaya secara ekonomi. Desa Pagardewa selama ini bergantung pada sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut.

Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan warga.

Baca juga : Jaringan Internet Aceh Sudah Pulih 95 Persen

Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan, Program Pendekar Dewa dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak jangka panjang.

Fase pertama pada 2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat.

Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian, sementara fase ketiga pada 2025 menitikberatkan pada keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada pemangku kepentingan lokal.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri, Selasa (13/1).

Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks, Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet, serta SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan usaha mikro, kecil, dan menengah keluarga petani.

Baca juga : 2 Pemain Muda Jadi Penentu Kemenangan Persija di GBK

Pada 2025, pendapatan petani karet tercatat mencapai Rp57,6 juta per tahun atau meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimalisasi lahan replanting juga mencapai nilai Rp 120 juta. Selain itu, sebanyak 28 anggota keluarga petani, khususnya perempuan, memperoleh sumber penghasilan mandiri dengan total penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah mencapai Rp 11,38 juta.

Sementara itu, Pilar Setara menjawab keterbatasan akses air bersih dan sanitasi dengan pembangunan lima fasilitas mandi, cuci, kakus bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta pembentukan kelompok pengelola air Pendekar Talang.

Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus mendukung mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Adapun Pilar Ekonomi Kreatif diwujudkan melalui pengembangan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa.

Kawasan ini dilengkapi aula, booth usaha mikro, kecil, dan menengah, playground, taman lalu lintas, serta amphitheater, sekaligus berfungsi sebagai sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik.

Baca juga : Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Tumbuh 5,51 Persen Di 2026

Dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri, Danau Kemiri mencatat kunjungan sebanyak 6.554 orang sepanjang 2025 dan menghasilkan pendapatan wisata Rp 92,48 juta, meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ujar Eri.

Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim Juli Jumatan Nuri mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.