Dark/Light Mode

Kanada Kucurkan Rp 274,5 Miliar Untuk Peran Perempuan Indonesia

Selasa, 13 Januari 2026 22:05 WIB
Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai (tengah) didampingi Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton (kanan) dan Dubes Kanada untuk ASEAN Ambra Dickie saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)
Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai (tengah) didampingi Dubes Kanada untuk Indonesia Jess Dutton (kanan) dan Dubes Kanada untuk ASEAN Ambra Dickie saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Foto Diananda Rahmasari/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kanada menggelontorkan bantuan senilai 22,6 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 274,5 miliar untuk mendukung lima inisiatif pembangunan di Indonesia, dengan fokus pada ekonomi inklusif, ketahanan iklim, dan pemberdayaan perempuan.

Bantuan tersebut diumumkan Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Sarai tengah dalam kunjungan kerja ke Indonesia pada 9-13 Januari 2026.

Selama kunjungan, Politisi Partai Liberal Kanada itu bertemu dengan pejabat daerah, pemimpin dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hingga UN Women.

Baca juga : Prabowo Resmikan RDMP Balikpapan, Kilang Minyak Pertama Indonesia Sejak 1994

“Kunjungan ini bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan ketahanan iklim, serta memperdalam kerja sama Kanada–Indonesia dan Kanada–ASEAN,” ujar Sarai dalam konferensi pers di Jakarta.

Sarai menjelaskan, lima inisiatif baru tersebut dijalankan melalui berbagai mitra. Dua program dilaksanakan bersama Trade Facilitation Office (TFO) Canada dan Catalyste+, dua lainnya berada dalam kerangka Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kanada–Indonesia (CEPA), serta satu inisiatif bekerja sama dengan Dana Kependudukan PBB (UNFPA).

Sebagian besar program tersebut dirancang untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian. Inisiatif itu mencakup program perdagangan pangan pertanian tahan iklim (CRAFTS) dan peningkatan nilai serta ekspor (ELEVaTE), masing-masing senilai 5 juta dolar Kanada, serta Jaringan Pemuda untuk Gerakan Gender Berkelanjutan dan Aksi Iklim (Jenggala) sebesar 4,1 juta dolar Kanada.

Baca juga : Jakarta Host Kejuaraan Dunia Mobile Legends, Penuh Semarak Budaya Indonesia

Selain itu, Kanada juga mendukung program Perempuan Memimpin Aksi Iklim (We Can) senilai 3,9 juta dolar Kanada dan kemitraan Kanada–Indonesia untuk penguatan kebidanan sebesar 4,6 juta dolar Kanada.

“Kanada berkomitmen mendukung ketahanan ekonomi dan memperluas peluang perdagangan dan investasi bersama Indonesia dan ASEAN. Komitmen ini akan semakin kuat ketika perempuan dan anak perempuan memiliki akses yang setara terhadap sumber daya,” kata politisi berdarah India itu.

Pada kesempatan itu, Dubes Dutton menegaskan pentingnya melibatkan perempuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bangsa. Dia menerangkan, Kanada terus berupaya memajukan kesetaraan gender dengan memberikan ruang setara bagi perempuan dan laki-laki, baik di pemerintahan, politik, hingga dunia usaha.

Baca juga : Rumah Zakat Salurkan Bantuan BTN Dan Pos Indonesia Untuk Sumatera

"Kami punya banyak program pelatihan dan dana bantuan untuk mendukung para perempuan dalam sektor perekonomian," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.