BREAKING NEWS
 

Jumlah Petugas Haji Perempuan 2026 Terbanyak Dalam Sejarah Indonesia

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 29 Januari 2026 12:50 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi (tengah). [MCH Kemenhaj 2026]

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyebut, keterlibatan petugas haji perempuan pada penyelenggaraan haji 2026 menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah perhajian Indonesia.

Arifatul mengungkapkan, saat dirinya menjadi anggota Amirul Hajj 2025, ia sempat menyampaikan usulan kepada pemerintah—yang kala itu masih berada di bawah Kementerian Agama—agar komposisi petugas haji perempuan mencapai 50 persen dari total petugas. Usulan tersebut didasari fakta bahwa sekitar 55 persen jemaah haji Indonesia adalah perempuan, dengan sebagian besar merupakan lanjut usia.

"Memang belum sepenuhnya bisa terwujud. Namun alhamdulillah, tahun ini Kementerian Haji sebagai penyelenggara berhasil merekrut sekitar 33 persen petugas haji perempuan,” ujar Arifatul usai memberikan materi dalam Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Rabu (28/1/2026). 

Baca juga : Peserta Diklat Petugas Haji 2026 Tidak Otomatis Lulus

Dia menegaskan, angka tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. "Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya. Ini kemajuan yang sangat berarti,” katanya.

Adsense

Meski demikian, Arifatul menilai jumlah yang besar harus diiringi dengan kualitas pelayanan yang prima. Dia menekankan pentingnya pelayanan yang tulus, empatik, serta peka terhadap kebutuhan khusus jemaah perempuan, terutama yang berusia lanjut.

Selain itu, ia juga memberi perhatian pada pengaturan jemaah di hotel. Menurutnya, PPIH Arab Saudi perlu mengombinasikan jemaah perempuan usia muda dengan lansia dalam satu kamar.

Baca juga : Kemendukbangga Dukung Penciptaan Ruang Aman bagi Perempuan di Keluarga

"Sebaiknya jangan satu kamar diisi lansia semua, agar saling membantu,” ujarnya.

Arifatul menambahkan, kehadiran petugas perempuan di lapangan terbukti mampu memberikan rasa aman dan tenang bagi jemaah. Karena itu, ia mengingatkan para petugas agar siap jika sering dimintai bantuan.

"Jangan kaget kalau nanti sering dipanggil jemaah. Melihat petugas berseragam saja sudah membuat mereka merasa lebih tenang, karena tahu ada tempat bergantung saat mengalami kesulitan,” tuturnya. (*)

Baca juga : PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan di Maluku Utara

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense