RM.id Rakyat Merdeka - Program Pekarangan Bergizi (P2B) terbukti membawa perubahan nyata bagi masyarakat pedesaan dengan mengubah lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif.
Melalui pendampingan dan bantuan sarana produksi, program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendorong partisipasi warga dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Bendahara Kelompok Tani Pinunjul, Ubaidillah, mengakui bahwa program P2B menjadi titik balik bagi pengelolaan pertanian di wilayahnya. Ia menyebut, sebelum ada program tersebut, sebagian besar lahan hanya dimanfaatkan secara seadanya dan bahkan dibiarkan tidak produktif.
Baca juga : Bali United Tantang Persik Kediri dengan Modal Rekor Tandang Positif
“Alhamdulillah, masyarakat merasa sangat terbantu, terutama dari segi keilmuan. Sekarang petani jadi tahu cara menanam yang baik, pemupukan yang benar, dan penggunaan bibit unggul,” ujar Ubaidillah saat ditemui di lahan P2B kelompoknya, di Desa Maniskidul, Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, sebelumnya pola tanam masih mengandalkan cara turun-temurun tanpa sentuhan teknologi dan pendampingan. Ubaidillah menuturkan, dengan adanya P2B, lahan yang dulunya dianggap tidak menarik untuk digarap kini berubah menjadi sumber penghidupan baru.
Akses jalan yang semakin baik serta dukungan program Pemerintah membuat aktivitas pertanian kembali bergairah dan bernilai ekonomi. Ke depan, Kelompok Tani Pinunjul berencana mengoptimalkan peran perempuan dalam program ini.
Baca juga : Material Sudah Siap, Pemasangan Jembatan Bailey di Aceh Terus Dikebut
Ibu-ibu petani akan difokuskan mengelola lahan pertanian P2B, sementara kaum bapak diarahkan lebih pada pengembangan sektor peternakan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Harapannya nanti hasil tani bisa langsung ditampung pondok pesantren. Kalau pondok butuh pisang atau sayuran untuk santri, kami siap menyediakan. Jadi tidak perlu beli dari luar,” katanya, seraya menambahkan kerja sama telah dijalin dengan Pondok Pesantren Al-Multazam dan Husnul Khotimah.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Multazam, Defi Imran Roshadi. Ia menjelaskan bahwa bantuan P2B yang diterima meliputi bibit cabai, pisang, jagung, benih sayuran, pupuk, hingga alat semprot, yang disalurkan secara bertahap sejak Desember lalu.
Baca juga : Progres Pesat Pembangunan Jembatan di Aceh, Akses Warga Desa Kian Pulih
Defi menilai program P2B tidak hanya soal bantuan fisik, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat baik. Ada simbiosis mutualisme antara pondok dan warga sekitar. Kami diberi arahan, dibimbing, dan terus disupport, sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Meski saat ini masih dalam tahap penanaman, Defi optimistis dampak ekonomi akan segera dirasakan. Ia meyakini ketika masa panen tiba, daya beli masyarakat akan meningkat dan kesejahteraan warga sekitar pondok ikut terangkat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.