Sebelumnya
Yusril berharap kegiatan mitigasi risiko TPPU, TPPT dan PPSPM pada layanan cashless payment di sektor UMKM ini dapat membangun pemahaman bersama, serta memperkuat sinergi antara Pemerintah, perbankan dan para pemangku kepentingan lain menciptakan ekosistem pembayaran non-tunai yang inklusif, sekaligus tangguh terhadap berbagai potensi penyalahgunaan.
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi menegaskan komitmen BRI menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) seiring pengembangan layanan digital dan cashless payment bagi UMKM.
Baca juga : Kasus Kuota Haji Tambahan, Biro Travel Belum Lugas Kasih Keterangan Ke KPK
“Sebagai bank dengan fokus utama pada pemberdayaan UMKM, BRI berkomitmen penuh memperkuat penerapan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Termasuk pada seluruh layanan digital dan non-tunai yang kami kembangkan,” ujar Hery.
Komitmen tersebut, lanjut Hery, diwujudkan melalui penguatan manajemen risiko berbasis teknologi dan data analytics, penerapan KYC dan Customer Due Diligence (CDD) yang adaptif namun tetap inklusif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi erat dengan regulator dan aparat penegak hukum.
Baca juga : Belum Bahas Pilpres, Demokrat Fokus Bantu Sukseskan Pemerintah
“Kami meyakini mitigasi risiko yang efektif tidak boleh menghambat inovasi. Sebaliknya, mitigasi risiko harus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan, aman, dan terpercaya,” jelasnya. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 4 Februari 2026 dengan judul "Soroti Sistem Perkembangan Non Tunai Yusril: Kami Ingin UMKM Terlindungi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.