Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Optimis Visi Indonesia Emas 2045 Tercapai
Indonesia Jadi Middle Power Ekonomi Dunia
Rabu, 4 Februari 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah optimistis Indonesia mampu mencapai target visi Indonesia Emas 2045 dengan memposisikan diri sebagai kekuatan penengah (middle power) yang stabil.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, Indonesia memilih peran strategis untuk menjaga keseimbangan kekuatan melalui diplomasi ekonomi dan penguatan struktur domestik.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Council (IBC) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca juga : Segera Perbaiki Dong Jalan Rusak, Jangan Nunggu Viral
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Airlangga juga menekankan, di tengah dominasi kekuatan besar dunia, Indonesia tetap konsisten menjalankan peran sebagai negara non-blok.
“Dunia saat ini tidak lagi hanya didasarkan pada ideologi ekonomi, melainkan pada realisme politik,” kata Airlangga, mengutip pesan Presiden Prabowo.
Baca juga : Inter Milan Vs Torino, Buru Gelar Domestik Ganda
Dia menjelaskan, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan resiliensi nasional yang menguat. Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di level ekspansi 52,6 pada Januari 2026, posisi itu bertahan selama enam bulan terakhir.
Kepercayaan konsumen juga meningkat ke angka 123,5. Di sektor perdagangan, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut.
Sementara, cadangan devisa tercatat di atas 142 miliar dolar AS (sekitar Rp 2,3 kuadriliun), jumlah yang cukup untuk membiayai impor lebih dari enam bulan.
Baca juga : Ikuti Jejak Yayuk Basuki, Janice Tjen Tembus Top 50 Petenis Dunia
Selain stabilitas makro, Pemerintah melakukan reformasi pasar modal melalui empat pilar utama: likuiditas, transparansi, tata kelola (governance) dan penegakan hukum (enforcement).
“Langkah ini mendapat respons positif dari pasar yang terlihat dengan kembalinya zona hijau pada lantai bursa,” tutur Airlangga.
Selain itu, Pemerintah mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 83 juta jiwa sebagai stimulus ekonomi. Dengan proyeksi belanja mencapai Rp 80 triliun setiap kuartal, program ini diharapkan mampu menciptakan tiga juta lapangan kerja baru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya