RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan pemerintah tengah mematangkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi orang tua lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang berusia di atas 75 tahun dan tinggal seorang diri.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, Kementerian Sosial telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk menyiapkan skema pelaksanaan program tersebut. Pada tahap awal, MBG akan diprioritaskan bagi lansia berusia di atas 75 tahun.
Perluasan sasaran ke kelompok usia di bawah 75 tahun, kata Gus Ipul, akan dilakukan secara bertahap setelah alokasi bagi kelompok prioritas terpenuhi.
Baca juga : Bantuan Program Pekarangan Bergizi Ubah Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kalau alokasinya sudah terpenuhi, nanti baru diperluas ke usia di bawah 75 tahun,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, layanan MBG bagi lansia akan dilaksanakan melalui dapur umum milik BGN, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar wilayah penerima manfaat. Selain lansia, dapur tersebut juga akan melayani penyandang disabilitas.
Terkait pendataan, Gus Ipul menyebut data calon penerima manfaat akan bersumber dari pemerintah daerah. Data tersebut akan melalui proses asesmen dan ditetapkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN untuk ditindaklanjuti.
Baca juga : Program BOOM MyPertamina 2026: Bagi-bagi 100 Motor Gratis untuk Driver Ojol!
Di sisi lain, Kementerian Sosial juga menyiapkan penguatan layanan pendampingan melalui penyediaan tenaga caregiver dan perawat terlatih secara bertahap.
“Sambil berjalan, kita akan memperkuat dengan perawat-perawat yang terlatih. Tapi sebelum pelatihan selesai, kita akan menggunakan tenaga pengantar yang mengirim makanan langsung ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Terkait pendanaan, Gus Ipul menegaskan anggaran program MBG untuk lansia akan dipusatkan di BGN, sementara Kementerian Sosial bertugas menyiapkan sistem pendampingan dan distribusi layanan.
Baca juga : Penuhi Panggilan KPK, Yaqut Ngaku Diperiksa Jadi Saksi untuk Eks Stafsusnya
“Anggarannya kita satukan di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan dan yang merawat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.