RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa Traktat Kerja Sama Keamanan antara Indonesia dan Australia, yakni Treaty on Common Security yang ditandatangani hari ini, bukan merupakan pakta pertahanan maupun pakta militer.
Sugiono menjelaskan, traktat tersebut berfungsi sebagai fondasi konsultasi bilateral di bidang keamanan antara kedua negara dan tidak memuat inisiatif baru di sektor pertahanan.
Baca juga : Menlu Sugiono: Traktat Keamanan RI–Australia Perkuat Hubungan Historis
“Kalau tadi ditanya apakah ini merupakan pakta, jawabannya tidak. Ini bukan pakta pertahanan, bukan pakta militer,” ujar Sugiono kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, traktat tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Sydney pada November 2025. Dalam kunjungan itu, Sugiono bersama Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyepakati dokumen yang mengatur mekanisme konsultasi rutin untuk membahas berbagai faktor yang memengaruhi keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga : Pertamina Integrasikan Bisnis Hilir Untuk Perkuat Ketahanan Energi
Selain itu, Sugiono menyebut traktat ini sebagai perpanjangan dari Defense Cooperation Agreement yang telah disepakati Indonesia dan Australia pada 2006.
Oleh karena itu, ia menegaskan kerja sama keamanan tersebut lebih difokuskan pada sinergi menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan masing-masing negara di tengah dinamika global, bukan pembentukan inisiatif pertahanan baru.
Baca juga : Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Jadi Jembatan Pemasaran Produk Womenpreneur
“Kita memerlukan suasana yang stabil, tenang, sejuk, dan damai. Tanpa stabilitas dan perdamaian, keinginan serta cita-cita kita tidak akan tercapai. Itulah mengapa kerja sama dengan negara-negara di kawasan menjadi penting,” pungkas Sugiono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.