BREAKING NEWS
 

Disampaikan Zulhas Di Forum IEO 2026

Kopdes Dan MBG Jadi Jurus Utama Genjot Pertumbuhan

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 14 Februari 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto: kemenkopangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Desa kembali didorong menjadi mesin pertumbuhan. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi jurus utama menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.

Pernyataan itu disampaikan Zulkifli dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Zulhas—sapaan Zulkifli Hasan membeberkan, dari total 83.297 desa dan kelurahan di Indonesia, Pemerintah menargetkan sekitar 80 ribu Kopdes Merah Putih berdiri. Dari jumlah tersebut, 30.008 koperasi ditargetkan selesai dibangun dan mulai beroperasi tahun ini.

Baca juga : Uang “Terima Kasih” Percepat Sertifikasi K3, Saksi Akui Terima Rp 65 Juta

“Kalau di desa mencari tanah 1.000 meter persegi relatif mudah, tetapi di kota sulit. Karena itu, koperasi di perkotaan akan disesuaikan dengan ukuran dan desain sesuai kondisi setempat,” ujar Zulhas.

Menurutnya, Kopdes ini akan menjadi pengumpul (off taker) hasil produksi rakyat. Mulai dari gabah, jagung, hingga komoditas lain yang selama ini kerap dijual di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Penampungan dilakukan melalui kerja sama dengan Bulog.

Adsense

“Sehingga rakyat di desa punya kepercayaan bahwa hasil produksinya ada yang membeli. Ini memotong rantai pasok yang panjang,” tegasnya.

Baca juga : Kader Beringin Dilarang Serang Prabowo-Gibran

Tak berhenti di situ, Kopdes juga disiapkan menjadi pemasok bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Dalam tata kelolanya, hanya pelaku usaha desa seperti BUMDes, koperasi desa, dan UMKM setempat yang diperbolehkan menjadi pemasok. Artinya, perputaran uang tetap beredar di desa.

Dari sisi ketenagakerjaan, setiap Kopdes diproyeksikan menyerap sekitar 20 tenaga kerja langsung. Jika target 80 ribu koperasi terealisasi, maka potensi serapan tenaga kerja bisa mencapai 1,6 juta orang. Belum termasuk petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM yang menjadi mitra tidak langsung.

“Koperasi Desa Merah Putih ini akan memotong rantai pasok dari produsen langsung ke desa. Kita harapkan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru,” harap Zulhas.

Baca juga : Lantik 38 DPD II Secara Serentak, Golkar Siap ‘Kuningkan’ Surabaya

Dia menegaskan, Kopdes dan MBG bukan sekadar program sosial. Melainkan strategi besar membangun ekosistem pangan dan ekonomi berbasis desa yang berkelanjutan.

“Desa harus jadi pusat pertumbuhan. Kalau desa kuat, ekonomi nasional ikut kokoh,” pungkasnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 14 Februari 2026 dengan judul "Disampaikan Zulhas Di Forum IEO 2026 Kopdes Dan MBG Jadi Jurus Utama Genjot Pertumbuhan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense