Dark/Light Mode

Anggaran Militer Taiwan Macet Di Tengah Ancaman China

AS Prihatin, 37 Anggota Kongres Berkirim Surat

Sabtu, 14 Februari 2026 06:10 WIB
Presiden Taiwan Lai Ching-te. Foto: Foto: AKUN X/LAI CHING-TE
Presiden Taiwan Lai Ching-te. Foto: Foto: AKUN X/LAI CHING-TE

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebuntuan antara Pemerintah dan oposisi di Parlemen Taiwan terkait anggaran pertahanan menjadi perhatian serius Amerika Serikat (AS). Apalagi mandeknya anggaran itu terjadi di tengah ancaman China ingin menguasai pulau tersebut. Situasi tersebut membuat Washington prihatin.

Karena itu, sebanyak 37 anggota Kongres AS dari lintas partai (bipartisan) resmi mengirimkan surat kepada para petinggi politik di Taiwan.

“Ancaman yang ditimbulkan oleh China tidak pernah sebesar sekarang. Pengajuan anggaran pertahanan seharusnya mendapat lampu hijau,” bunyi surat tersebut dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2026).

Baca juga : Luna Maya, Perjuangan Dan Air Mata Modal Bangun Usaha

Presiden Taiwan Lai Ching-te pada Desember 2025 mengusulkan tambahan anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp 674 triliun, untuk melawan ancaman dari Negeri Tirai Bambu yang menganggap pulau itu sebagai wilayahnya.

Namun, pihak oposisi yang menguasai mayoritas di Parlemen Taiwan menolak meninjau proposal tersebut dan malah mengajukan proposal mereka sendiri yang angkanya jauh lebih rendah. Kubu oposisi itu adalah Kuomintang (KMT) dan Taiwan People’s Party (TPP).

Surat Kongres AS yang ditujukan kepada Ketua Parlemen Taiwan Han Kuo-yu menyatakan, AS dan Taiwan memiliki kemitraan yang kuat dan langgeng. Para politisi bipartisan ini memuji upaya Taiwan yang terus memperkuat pertahanan demi melindungi kedaulatannya.

Baca juga : Hadapi Pemilu 2029, Bahlil Pilih Nyaleg dari Dapil Papua

“Kami khawatir, tanpa peningkatan signifikan dalam pengeluaran pertahanan, maka kemajuan ini tidak akan cukup,” sambung surat itu.

Para penandatangan surat tersebut, antara lain Senator AS Pete Ricketts dan Chris Coons, anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Anggota senior Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat AS Young Kim dan Ami Bera juga ikut menandatangani surat tersebut. Namun, belum ada jawaban langsung dari KMT atau TPP.

Kerja Sama Dengan Eropa

Baca juga : Masjid IKN Berstandar Internasional

Sementara, Presiden Lai sedang mengupayakan penguatan kerja sama pertahanan dengan negara-negara di Eropa.

Dikutip dari wawancara khusus dengan AFP, Rabu (11/2/2026), Presiden Lai ingin memastikan Taiwan terhindar dari ancaman Beijing.

“Kami ingin memperdalam kolaborasi di sektor industri dan teknologi pertahanan demi menjaga kedaulatan pulau ini,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.