RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 50.000 megawatt (MW) hingga 2035 sebagaimana tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035, dengan kebutuhan investasi mencapai sekitar Rp 1.650 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kapasitas 50 gigawatt tersebut akan didorong melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti tenaga air dan tenaga surya.
“Di RUPTL kita sekarang untuk 2025 sampai dengan 2035, kita 50 gigawatt itu kita dorong dengan memakai energi baru terbarukan. Baik air, kemudian matahari. Dengan total investasi kurang lebih sekitar Rp 1.650 triliun,” ujar Bahlil dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca juga : Dorong KPR, Pembiayaan Griya BSI Tembus Rp 69,98 Triliun
Menurut dia, proyek-proyek energi terbarukan tersebut menjadi peluang strategis bagi perbankan nasional karena memiliki skema jaminan pembelian listrik (offtake). Keterlibatan perbankan dalam negeri dinilai penting agar pembiayaan tetap berputar di dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Bahlil menegaskan, jika peluang pembiayaan tersebut tidak dimanfaatkan oleh perbankan nasional, maka lembaga keuangan asing berpotensi masuk dengan skema bunga yang lebih kompetitif.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi EBT yang besar dan beragam untuk mendukung target ketahanan energi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Bank Mandiri Salurkan KUR Hingga Rp 40,99 Triliun Di 2025
Potensi tenaga surya diperkirakan mencapai sekitar 3.934 MW. Sementara sumber energi angin, air, dan laut secara gabungan memiliki potensi sekitar 313 MW. Selain itu, masih terdapat potensi energi hijau lain yang dapat dikembangkan guna memperkuat bauran energi nasional.
Pengembangan EBT tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor energi, tetapi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru serta mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Pemerintah menegaskan percepatan transisi energi akan terus dilakukan seiring dengan komitmen menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.