RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali memberikan topi satuan khusus dan brevet kehormatan TNI AL kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai pertemuan membahas pembangunan rumah susun (rusun) bagi prajurit TNI Angkatan Laut di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
"Ini tradisi kami dari kesatuan TNI AL sebagai bentuk penghormatan atas bantuan Pak Menteri PKP membangun satu tower rumah susun bagi prajurit TNI AL di wilayah Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketersediaan hunian layak bagi anggota TNI," kata Ali, disambut tepuk tangan jajaran PKP.
Jenderal bintang empat itu menyambut baik rencana pembangunan rusun di Surabaya.
Menurutnya, kota tersebut merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut di Indonesia dengan banyak prajurit aktif maupun purnawirawan.
"Surabaya merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut. Banyak prajurit aktif dan purnawirawan berdinas di sana. Selain itu, lahannya juga sudah siap dan merupakan milik kami," ujar KSAL.
Baca juga : Ara Sampaikan Pesan Presiden: Rusun Subsidi Meikarta Harus Dibangun Cepat
Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah atas dukungan terhadap kesejahteraan prajurit TNI AL.
"Terima kasih kepada Kementerian PKP dan juga kepada BPS yang sudah membantu pendataan. Ini wujud nyata perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit AL," ujarnya.
Rusun Wisma Arunik Siap Dibangun Sementara itu, Menteri Ara sapaan Maruarar Sirait ini memastikan pembangunan rusun yang rencananya dinamakan 'Wisma Arunika' akan dimulai tahun ini.
Tim survei dijadwalkan turun ke lapangan pekan depan untuk memfinalisasi lokasi dan desain bangunan.
Rusun Wisma Arunika dirancang dalam dua tipe bangunan, yakni Tipe 3 lantai dan 4 lantai. Total luas lahan sekitar 3.000 meter persegi.
Baca juga : Sambangi Cihapit Dan Braga, Menteri Ekraf Dorong IP Lokal Jabar Go Global
"Saya minta warnanya khas AL supaya terlihat bagus dan membangkitkan semangat. Anggarannya sudah kita siapkan dari APBN," ujar Ara.
Selain hunian vertikal, Kementerian PKP juga mendorong prajurit aktif, terutama golongan bintara dan tamtama untuk memanfaatkan program KPR subsidi dengan suku bunga 5 persen dan uang muka 1 persen.
"Program ini sangat terjangkau, cicilannya bisa sampai 20 tahun. Jadi tidak terasa, bahkan saat prajurit pensiun nanti sudah punya rumah sendiri. Rumahnya pun sudah jadi dulu sebelum dibeli, bukan hanya jual gambar," ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Perumahan dan Perkotaan, Sri Haryati menambahkan bahwa saat ini masih dalam tahap perencanaan anggaran.
Terdapat dua alternatif pembiayaan, yakni bangunan 3 lantai dengan estimasi Rp28–32 miliar dan bangunan 4 lantai sekitar Rp43 miliar.
Baca juga : Menhan Beri Kenaikkan Pangkat 155 Prajurit Di Papua
Pembangunan rusun ini diharapkan menjadi langkah konkret meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI AL, khususnya di wilayah Surabaya sebagai pusat kekuatan maritim Indonesia.
Selain bertemu KSAL, Ara juga menerima kunjungan tiga waka pimpinan DPR Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, Sari Yuliati dan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membahas program perumahan untuk masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.