Dark/Light Mode

Menhan Beri Kenaikkan Pangkat 155 Prajurit Di Papua

Sabtu, 3 Januari 2026 20:04 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada prajurit TNI di Koops Habema, Papua, Jumat (2/1/2026). (Dok. Kemenhan)
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada prajurit TNI di Koops Habema, Papua, Jumat (2/1/2026). (Dok. Kemenhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghargai pengorbanan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di daerah operasi Papua. Menurutnya, prajurit yang menghadapi risiko tinggi demi menjaga kedaulatan negara tidak boleh dibiarkan berjuang tanpa penghargaan yang setimpal.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhan Sjafrie saat memberi sambutan di acara pemberian kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada 115 prajurit TNI di Markas Komando Operasi (Koops) Habema, Papua, Jumat (2/1), yang turut dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.

“Kenaikan pangkat luar biasa adalah bukti bahwa negara hadir dan menghargai pengorbanan prajurit yang bertugas di daerah operasi. Tidak ada pengabdian yang sia-sia,” tegas Sjafrie.

Menhan menjelaskan bahwa penghargaan kepada prajurit tidak boleh bersifat simbolis atau sekali saja. Ia mengungkapkan telah menerima arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia agar sistem penghargaan dijalankan secara berkelanjutan dan berbasis meritokrasi, terutama bagi prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

Baca juga : Kedinginan Di Tenda, Bisa Mandi Air Panas Setiap Hari

Sjafrie meminta Panglima TNI dan seluruh unsur pimpinan tidak ragu memberikan KPLB maupun bentuk penghargaan lainnya kepada prajurit yang menunjukkan dedikasi, keberanian, dan pengorbanan di medan tugas.

“Apalah artinya selembar surat keputusan atau kenaikan pangkat dibandingkan pengabdian mereka untuk bangsa dan negara. Itu adalah hak prajurit yang berjuang,” ujarnya.

Selain penghargaan personal, Menhan juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan keluarga prajurit penerima KPLB. Ia memastikan Kementerian Pertahanan akan memperjuangkan agar penghargaan tersebut diikuti dengan peningkatan kesejahteraan bagi keluarga prajurit.

“Saya akan memperjuangkan agar keluarga prajurit yang mendapat KPLB juga mendapatkan perhatian dan kesejahteraan. Ini adalah konsekuensi dari pengabdian,” kata Sjafrie.

Baca juga : SIM Keliling Tangsel Sabtu 3 Januari, Cek Disini Lokasinya

Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat Komando Operasi di Papua agar memiliki kemampuan teritorial, tempur, intelijen, dan administrasi yang andal. Penguatan tersebut telah mendapat persetujuan Presiden dan akan mulai direalisasikan pada 2026.

Menhan memastikan negara akan terus memberikan perhatian khusus kepada prajurit TNI yang bertugas di daerah operasi, terutama mereka yang menghadapi risiko hidup dan mati dalam setiap penugasan.

Menutup sambutannya, Sjafrie menegaskan kehadirannya di Koops Habema merupakan bentuk dukungan dan penyemangat langsung pemerintah kepada prajurit TNI di Papua. Ia juga menyampaikan ucapan selamat tahun baru dan doa bagi keselamatan seluruh prajurit.

“Negara tidak akan meninggalkan prajurit yang rela berkorban demi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Baca juga : Pulihkan Sumatera, Polri Kerahkan 86 Alat Berat Ke Lokasi Bencana

Sekedar informasi, pemberian kenaikan pangkat tersebut tak lepas dari keberhasilan para prajurit pada Operasi Kinetik 2.16 di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Operasi ini berhasil menguasai markas kelompok bersenjata Kodap XII Lanny Jaya serta menetralisir tokoh kunci kelompok tersebut. Operasi dilaksanakan oleh Satgas Rajawali III sebagai bagian dari upaya penegakan keamanan secara presisi di wilayah pegunungan tengah Papua.

Pun demikian pada operasi Badai 2.25 E di Wilayah Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Operasi ini menitikberatkan pada perebutan dan penguasaan markas kelompok bersenjata Kodap VIII Soanggama, serta penindakan terhadap jaringan operasionalnya. Operasi tersebut dilaksanakan oleh Satgas Rajawali II dan Rajawali III Koops TNI Habema yang berlangsung dalam beberapa sektor operasi dengan pengendalian eskalasi yang ketat. Meski demikian, sisi humanis tetap ditonjolkan yang ditandai ucapan terimakasih dari masyarakat Papua yang telah terbebas dari intimidasi OPM selama ini.

Keberhasilan para prajurit juga terjadi saat Operasi Badai Kasuari 2.6 di Wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Operasi ini berhasil menindak struktur pimpinan Kodap IV Soraya melalui penyerangan dan penyergapan markas kelompok bersenjata. Operasi melibatkan unsur Yonif 10 Marinir, Denjaka, dan unsur pendukung lainnya, dengan karakter operasi presisi di wilayah rawa dan sungai Papua Barat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.