Sebelumnya
Sementara itu, hingga sebelum memasuki musim haji pada 18 April 2026, tercatat 43.363 calon jemaah dijadwalkan berangkat melalui 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pemerintah menegaskan seluruh PPIU wajib menjalankan tanggung jawabnya secara penuh, mulai dari proses keberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga pemulangan jemaah.
Ichsan menekankan bahwa tanggung jawab tersebut tidak boleh diabaikan. Pemerintah juga mendorong komunikasi aktif antara PPIU dan jemaah agar setiap perkembangan situasi dapat dipahami bersama.
Baca juga : Jelang Lebaran 2026, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Dan Surplus
“Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Dalam aspek pelindungan, pemerintah menegaskan kehadiran negara bagi setiap warga negara di luar negeri. Jemaah yang menghadapi kendala, persoalan hukum, atau kondisi darurat di Arab Saudi maupun negara transit diminta segera menghubungi perwakilan RI setempat, baik KBRI maupun KJRI.
Baca juga : Kemenhaj Pastikan Pantau Keamanan Jemaah Umrah
Pemerintah bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di berbagai negara untuk memastikan setiap persoalan jemaah ditangani secara cepat dan tepat. Jemaah diimbau tetap tenang serta mengikuti arahan resmi.
Sebagai langkah kehati-hatian, pemerintah juga mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar mempertimbangkan penundaan perjalanan hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif, demi mengutamakan keselamatan dan perlindungan. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.