Sebelumnya
“Di Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana. Mungkin ada empat kapal, tetapi dua lainnya berada di luar Selat Hormuz,” ujar Baron usai acara buka puasa bersama media di Grha Pertamina, Selasa (3/3/2026).
Ia memastikan hingga kini kondisi kapal dan awak dalam keadaan aman. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi risiko akibat eskalasi konflik.
Baca juga : Lily Pujiati: Yang Kami Butuhkan Itu THR, Bukan BHR
Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan sejumlah armada tanker PIS masih beroperasi di perairan Timur Tengah. Kapal Gamsunoro tengah melakukan proses muat (loading) di Khor al Zubair, Irak, sedangkan kapal Pertamina Pride yang telah menyelesaikan proses muat kini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.
Selain itu, kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab, dan kapal PIS Paragon tengah melakukan proses bongkar muatan (discharge) di Oman. Seluruh armada tersebut dipantau secara real time guna memastikan kondisi keamanan tetap terjaga.
Stok BBM
Baca juga : Sudjatmiko: Saya Harap Aplikator Jalankan Aturan Ini
Bahlil menyebutkan, stok BBM nasional saat ini cukup untuk sekitar 23 hari, atau masih di atas standar minimum nasional yang ditetapkan selama 21 hari. “Semua rata-rata di atas standar minimum nasional. Standar minimum kita 21 hari, dan saat ini di atas itu,” katanya.
Namun demikian, kapasitas penyimpanan nasional hanya mampu menampung pasokan untuk 25–26 hari. Artinya, meskipun kuota impor ditambah, keterbatasan tangki penyimpanan menjadi kendala.
Baca juga : DPR Minta Jadwal Ulang Tak Kena Biaya Tambahan
Untuk itu, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan energi dengan kapasitas hingga tiga bulan, sesuai standar internasional. Proyek tersebut saat ini memasuki tahap studi kelayakan dan ditargetkan mulai dibangun tahun ini di wilayah Sumatera.
Sementara, Baron menambahkan, Pertamina terus melakukan koordinasi guna memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi. “Alternatif-alternatif sedang kami proses karena situasi ini baru berlangsung beberapa hari,” ujarnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.