BREAKING NEWS
 

Dongkrak Produksi Padi Nasional, Kementan Poligonisasi Padi Gogo Di Sukabumi

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 14 Maret 2026 15:03 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot produksi padi gogo tahun 2026 dengan target luas tanam nasional sebesar 320 ribu hektar. Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot produksi padi gogo tahun 2026 dengan target luas tanam nasional sebesar 320 ribu hektar guna terus meningkatkan produksi beras nasional.

Karena itu, Kementan menerjunkan tim yang berkolaborasi dengan BPS dan pemerintah daerah ke Kabupaten Sukabumi untuk melakukan kegiatan percontohan poligonisasi lahan padi gogo guna mendapatkan data luas lahan yang aktual dan akurat sehingga dapat diperhitungkan ke dalam frame Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS).

“Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memiliki terobosan yang sangat brilian dalam meningkatkan produksi beras nasional. Yaitu mengoptimalkan potensi lahan padi gogo yang cukup signifikan. Luas lahan padi gogo yang ditanam secara rutin tiap tahun oleh petani perlu diperhitungkan dalam frame KSA secara proposional sehingga dapat mendongkrak produksi padi nasional. Untuk itu Bapak Menteri Pertanian memiliki kegiatan poligonisasi lahan padi gogo untuk mendapatkan akurasi luas lahannya,” demikian dikatakan Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati.

Hal itu diungkapkan saat kegiatan poligonisasi padi gogo di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026).

Baca juga : Pemerintah Kendalikan Alih Fungsi Lahan Sawah

Leli menegaskan Kabupaten Sukabumi memiliki lahan padi gogo cukup luas, sehingga menjadi percontohan kegiatan poligonisasi untuk nantinya menjadi acuan dilakukan secara nasional.

Di tahun 2026, Kabupaten Sukabumi mendapatkan target penanaman padi gogo seluas 17.558 hektar.

"Ini artinya, Kabupaten Sukabumi memiliki kontribusi 43.37 persen terhadap target Propinsi Jawa Barat yang sebesar 40.478 hektar. Ini merupakan potensi untuk menambah produksi padi nasional khususnya di kabupaten Sukabumi," tegasnya.

Lebih lanjut Leli menyebutkan realisasi tanam padi gogo tahun 2025 di Kabupaten Sukabumi tercatat 23.231,6 hektar. Adapun penanaman padi gogo, lanjutnya, dilakukan mulai bulan September hingga Desember 2025 dengan umur tanaman sekitar 3 sampai 4 bulan.

Baca juga : PHE Perkuat Produksi Migas Nasional, Industri Asuransi Jadi Mitra Strategis

Dengan demikian, luas panen padi gogo akan tercatat di bulan Januari sampai April tahun 2026. Oleh karena itu jika realisasi luas tanam padi gogo tersebut masuk ke dalam perhitungan luas panen KSA maka produksi padi di Kabupaten Sukabumi juga akan meningkat.

Dengan rata-rata produktivitas padi gogo sekitar 2 ton per hektar saja, maka produksi padi gogo Kabupaten Sukabumi dapat mencapai 46 ribu ton di tahun 2026.

"Tentunya ini akan memberikan potensi kontribusi kenaikan produksi padi di Kabupaten Sukabumi. Begitu pula di Jawa Barat dan nasional," sambung Leli.

Adsense

Leli berharap agar ke depannya dengan adanya kegiatan poligonisasi ini akan dioverlay dengan frame KSA yang digunakan BPS dalam menghitung produksi padi.

Baca juga : Operasional Lapangan Padel Dibatasi Sampai Pukul 20.00

Untuk itu, lokasi lahan padi gogo yang masuk dalam frame KSA dapat menambah sampel lahan di Sukabumi dan juga secara nasional.

"Dengan begitu, luas tanam yang tercatat dalam meningkatkan luas panen tercatat oleh KSA BPS. Artinya, luas panen di Sukabumi dan juga daerah lainnya akan lebih tinggi dibanding sebelumnya lahan padi gogo yang luasanya belum tercatat dalam KSA," ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense