BREAKING NEWS
 

Ketemu Bos INPEX, Bahlil Kebut Proyek Masela

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 16 Maret 2026 14:56 WIB
Foto: Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong percepatan Proyek Abadi Masela agar segera memasuki tahap keputusan investasi akhir setelah puluhan tahun tertunda.

Dalam pertemuan dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026) waktu setempat, Bahlil menekankan pentingnya mempercepat realisasi proyek gas raksasa di Laut Arafura tersebut.

Pemerintah mencatat nilai investasi proyek Masela mencapai sekitar 20 miliar dolar AS atau setara Rp 339 triliun, yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Indonesia timur serta sumber pasokan gas nasional.

Baca juga : Dave Laksono: Reformasi Birokrasi ESDM, Kunci Bahlil Gaet Investor Global

Bahlil mengapresiasi progres proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menargetkan tahap Front End Engineering and Design (FEED) dapat dimulai pada kuartal II-2026 atau paling lambat kuartal III-2026, sehingga proses tender Engineering Procurement Construction (EPC) dapat dilakukan secara paralel.

"Karena kami ingin ini bisa cepat dan tidak berlarut-larut," ujar Bahlil.

Adsense

Untuk mempercepat kepastian proyek, pemerintah juga membuka opsi penyerapan produksi gas Lapangan Abadi Masela sebesar 9 juta ton per tahun (MTPA) oleh dalam negeri apabila belum terdapat pembeli hingga April 2026.

Baca juga : Prabowo: Pertemuan Perdana Board of Peace Bahas Kelanjutan Perdamaian Gaza

Menurut Bahlil, langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian pasar bagi proyek strategis tersebut sekaligus mendukung program hilirisasi nasional.

Menanggapi hal itu, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen INPEX untuk mempercepat realisasi proyek Masela.

Ia menegaskan pihaknya memiliki komitmen kuat untuk segera menyelesaikan proyek yang telah digarap selama lebih dari satu dekade tersebut.

Baca juga : Bertemu Di Istana, Bahlil Ajukan Soeharto Pahlawan Ke Prabowo

Dari sisi perizinan, pemerintah menyebut sejumlah aspek krusial telah rampung pada awal 2026, termasuk persetujuan lingkungan melalui dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) pada Februari 2026 serta pelepasan kawasan hutan pada Januari 2026.

Pemerintah menilai sinergi lintas kementerian menjadi kunci dalam mendorong percepatan proyek ini agar tetap berjalan sesuai target.

Dengan dukungan investasi besar dan percepatan birokrasi, proyek Abadi Masela diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan energi dan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense