RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah. Sejumlah kendala seperti pembebasan lahan dan akses jalan kini dibenahi agar proyek rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengatakan adanya sejumlah kendala dalam pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di berbagai daerah. Persoalan administrasi, pembebasan lahan, hingga akses jalan masih menjadi hambatan utama.
Baca juga : Bangun 104 Sekolah Rakyat, Pemerintah Percepat Akses Pendidikan Anak Miskin Ekstrem
Qodari menjelaskan, hingga 23 Maret 2026 masih terdapat 66 lokasi atau sekitar 63,46 persen proyek yang belum memenuhi kriteria kesiapan. Kendala tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Mulai dari Aceh hingga Papua.
“Terdapat tiga lokasi Sekolah Rakyat, yaitu di Kota Malang, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Aceh Singkil, yang baru akan dilakukan proses pembangunannya pada Oktober 2026,” kata Qodari dalam paparannya di Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca juga : Gelar Rapat Kabinet, Prabowo Matangkan Pelayanan Mudik
Menurut Qodari, keterlibatan dan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk memastikan proyek ini dapat berjalan sesuai target.
“Dukungan dari lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan konstruksi, lahan, akses dan kendala sosial sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan SR Tahap II yang sudah semakin mendekati target penyelesaian,” tegasnya.
Baca juga : KAI dan Pemerintah Pastikan Mudik Aman, Nyaman, dan Lancar
Proyek SR Tahap II ditargetkan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. "Melalui rapat ini, berbagai permasalahan yang ada dapat ditindaklanjuti dan berbagai pemecahan masalah dapat disepakati lintas kementerian/lembaga, seperti penyediaan akses jalan untuk Sekolah Rakyat di Lampung Timur, Sumedang, Barito Kuala, Aceh Besar, dan Bireuen,” pungkas Qodari.
Diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan 500 SR hingga tahun 2029 dengan kapasitas total mencapai 540.000 siswa per tahun. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,1 triliun pada 2026 guna merevitalisasi ribuan satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.