BREAKING NEWS
 

Tindak Lanjuti Arahan Presiden

BGN Tertibkan Dapur MBG Jorok Tidak Sesuai Juknis

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 10 April 2026 07:00 WIB
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang usai rapat kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Humas BGN

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai prosedur dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Instruksi tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang usai rapat kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

"Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis (petunjuk teknis) ditertibkan," ujar Nanik, dikutip Kamis (9/4/2026).

Nanik mengatakan, pihaknya telah melakukan penutupan sementara atau suspend terhadap SPPG yang melanggar juknis. Termasuk yang memicu kejadian luar biasa (KLB), melakukan mark up bahan baku, hingga praktik monopoli pemasok.

Baca juga : Mantan Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara

Menanggapi langkah tersebut, Presiden memberikan dukungan. "Bagus, lanjutkan terus," kata Nanik, menirukan respons Presiden.

Selain penertiban dapur, Presiden juga menekankan agar program MBG tepat sasaran. Difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi.

"Kalau anak-anak dari keluarga mampu, tidak membutuhkan MBG karena orang tuanya sudah bisa menyediakan makanan bergizi," jelasnya.

Dia menambahkan, BGN akan membentuk tim khusus untuk menyisir penerima manfaat agar program tidak mubazir.

Baca juga : Gus Ipul Pastikan Bersih Dan Bebas Praktik KKN

Presiden juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak boleh dipaksakan. Terutama bagi kelompok masyarakat mampu atau sekolah yang menolak program tersebut.

"MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.

Menurut Nanik, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program ini efektif meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Pengawasan dan evaluasi juga akan terus diperkuat.

Sebelumnya, Nanik melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026) malam.

Baca juga : Jaga Stabilitas Pangan Di Tengah Gejolak Global

Dari hasil sidak, ditemukan sejumlah dapur MBG yang tidak layak namun telah lama beroperasi. Salah satunya adalah SPPG Tani Mulya 3 di Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, yang menggunakan bangunan rumah tiga tingkat ke bawah sebagai dapur.

Struktur tersebut dinilai berbahaya karena menyerupai 'goa' dengan tangga terjal tanpa pegangan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense