BREAKING NEWS
 

Perkuat Daya Saing, KKP Dorong Penerapan Stelina

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 11 April 2026 14:21 WIB
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf dalam menjelaskan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina). (Foto: Dok. KKP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak pelaku usaha perikanan untuk menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

Penerapan Stelina dinilai sejalan dengan arah pengembangan perikanan berkelanjutan, sekaligus memastikan transparansi rantai pasok serta pemanfaatan sumber daya perikanan sesuai daya dukung ekosistem.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, bahwa kebutuhan pasar global saat ini tidak hanya menuntut kualitas produk, tetapi juga aspek legalitas dan keberlanjutan.

"Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar berkualitas, tetapi juga berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial," kata Didit dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, konsumen global kini semakin menuntut informasi yang jelas terkait asal-usul produk perikanan, termasuk metode penangkapan, praktik budi daya, hingga dampaknya terhadap kelestarian ekosistem.

Baca juga : Menpora Jempolin LaNyalla Sukses Dorong Prestasi Muaythai

Karena itu, ketertelusuran menjadi kebutuhan utama pasar, bukan lagi sekadar pilihan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KKP telah menggelar Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop pada 8 April 2026 guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya sistem ketertelusuran.

"Kebutuhan pasar tersebut kita jawab dengan Stelina," ujar Didit.

Adsense

Ia juga memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil perikanan yang terintegrasi dengan sistem ketertelusuran.

Dengan begitu, kawasan tersebut tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga terhubung dengan pasar global.

Baca juga : Perusahaan Jepang Ini Dorong Pertanian Rendah Emisi di Indonesia

Didit menambahkan, dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, sangat penting dalam memperkuat sistem ketertelusuran nasional.

"Saya yakin langkah bersama yang kita lakukan hari ini menjadi sumbangsih nyata dalam mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud menyebut Stelina sebagai solusi kolaboratif berbasis interoperabilitas antarsistem.

Menurutnya, sistem ini akan menghasilkan teknologi berbasis QR code yang mampu mengintegrasikan data dari hulu hingga hilir, sehingga konsumen dapat mengetahui secara menyeluruh perjalanan produk perikanan.

"Setiap tahapan perjalanan ikan, mulai dari hasil budi daya atau tangkap hingga ke tangan konsumen, dapat direkam secara transparan,"ujarnya.

Baca juga : WFH Perdana, KPK Pastikan Pemeriksaan Saksi Tetap Berjalan

Machmud menambahkan, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus menepis isu praktik illegal fishing maupun produksi yang tidak ramah lingkungan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen KKP dalam menjalankan program ekonomi biru guna menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu langkahnya adalah memastikan aktivitas penangkapan dan budi daya perikanan dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense