RM.id Rakyat Merdeka - Saat banyak negara terancam krisis pangan, stok beras Indonesia saat ini justru melimpah. Bahkan, siap membuka peluang ekspor beras ke Malaysia.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor beras ke Malaysia dengan potensi permintaan mencapai 200 ribu ton. Rencana ini muncul seiring melimpahnya cadangan beras nasional.
"Salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia karena ada permintaan impor beras tidak kurang dari 200 ribu ton," ujar Rizal dalam keterangannya, dikutip Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan, kondisi stok beras nasional saat ini cukup melimpa. Sehingga ekspor dalam jumlah besar sekalipun, kata dia, tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri maupun stabilitas harga pangan.
Rizal juga memaparkan perkembangan penyerapan beras Bulog saat ini. Hingga 13 April 2026, realisasi serapan telah mencapai 48,7 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.
Baca juga : Verstappen Mulai Goyah, Red Bull Siapkan Suksesor
Seiring peningkatan tersebut, kata Rizal, stok beras Bulog terus bertambah dan tercatat sekitar 4,72 juta ton, serta diproyeksikan segera menembus 5 juta ton.
Berkat capaian itu, Rizal memastikan cadangan beras dalam negeri aman. Harganya pun disebut tetap stabil.
"Beras kita dalam posisi yang luar biasa cadangan stoknya. Jadi kami yakinkan tidak ada kenaikan harga pangan, khususnya beras," tegas Rizal.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia telah mencapai swasembada bahkan “swasembada plus”, khususnya untuk komoditas beras. "Kalau ada swasembada plus, ya ini, di tahun ini," kata Amran, Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kebijakan pemerintah yang mendorong produksi dalam negeri hingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.
Baca juga : Tegaskan Peran Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan
Melimpahnya cadangan beras juga membuat pemerintah optimistis menghadapi ancaman krisis pangan global, termasuk fenomena El Nino. "Indonesia alhamdulillah, negara lain waswas. Itu berkat kebijakan Bapak Presiden," tegasnya.
Amran turut menyoroti kinerja sektor pertanian nasional yang terus menunjukkan tren positif. Nilai ekspor meningkat, impor ditekan, dan produksi beras nasional naik 4,07 juta ton atau tumbuh 13,29 persen, sehingga mempercepat tercapainya swasembada.
“Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” tegas Amran.
Penguatan tersebut, kata Amran, berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125,35—angka tertinggi dalam puluhan tahun terakhir.
Menurut Amran, capaian ini tidak lepas dari reformasi menyeluruh di sektor pertanian. Mulai dari penyederhanaan regulasi hingga penindakan praktik mafia pangan..“Hasilnya sekarang nyata, pertanian kita tumbuh, petani sejahtera, dan Indonesia semakin kuat,” tegasnya.
Baca juga : 5 Bukti Pasar Saham RI Makin Transparan, Apa Saja?
Amran menambahkan, berkat capaian tersebut, sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa negara. Pemerintah pun optimistis tren positif ini akan terus berlanjut.
“Ini bukan hanya soal angka, tapi soal rasa aman bagi rakyat Indonesia," pungkasnya.
Diketahui, per 17 April 2026, stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog tercatat sekitar 4,8 juta ton. Angka tersebut terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 4,78 juta ton dan stok komersial sekitar 19,9 ribu ton.
Melihat tren penyerapan yang masih berlangsung, cadangan beras nasional diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Dari sisi penyerapan, realisasi pengadaan setara beras dari produksi dalam negeri telah mencapai sekitar 2,04 juta ton.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.