BREAKING NEWS
 

Intip Sekolah Rakyat Terintegrasi Probolinggo

Siswa Semakin Pede, Sudah Belajar Koding Pakai Laptop

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 18 April 2026 07:00 WIB
Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Farida Dewi Maharani meninjau pembelajaran berbasis digital di Sekolah Rakyat Terintegrasi 7 Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). Foto: Dok. Komdigi

 Sebelumnya 
Kata dia, akses internet merupakan hak yang harus dirasakan pelajar dari keluarga miskin ekstrem. Dengan terpenuhinya akses tersebut, siswa diyakini dapat ikut merasakan perkembangan teknologi digital.

“Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian kami. Ketika infrastruktur jaringan internet sudah tersedia, program prioritas Presiden ini harus bisa memanfaatkannya secara optimal,” ujarnya.

Di SRT 7, program satu anak satu laptop sudah berjalan dan terhubung dengan jaringan internet yang cepat. Anak-anak tidak lagi sekadar menggunakan perangkat untuk belajar dasar.

“Siswa mulai mengenal keterampilan digital yang lebih kompleks, seperti membuat program sederhana hingga mencoba mengembangkan game,” kata Dewi.

Baca juga : Geledah Rumah Bupati Tulungagung, KPK Temukan Dokumen Pemerasan Kepala OPD

Selain pola pembelajaran, perubahan juga terlihat pada karakter para siswa.

Kepala Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo Madihah menyebut, perubahan paling kentara ada pada kepercayaan diri para siswa. Anak-anak yang dulu cenderung minder, kini mulai berani bermimpi lebih tinggi. Saat masuk, para siswa tak berani bercita-cita tinggi.

“Kalau ditanya jawabnya hanya ingin jadi pramuniaga di minimarket. Sekarang sudah berani bilang ingin jadi prajurit TNI, bahkan ada yang ingin lanjut kuliah,” ujar Madihah.

Menurut dia, perubahan itu terlihat seiring proses pendidikan yang dijalani hampir setahun terakhir. Lingkungan asrama dan pola pembelajaran ikut membentuk cara pandang siswa terhadap masa depan.

Baca juga : Mentan: Negara Lain Waswas, Kita Aman

Kepala Sekolah SRT 7 Probolinggo Susilowati menjelaskan, transformasi digital menjadi salah satu keunggulan utama di SRT 7. Seluruh siswa telah difasilitasi perangkat pendukung seperti laptop dan sistem pembelajaran berbasis digital.

Bahkan, sistem absensi terintegrasi menggunakan barcode diterapkan untuk berbagai aktivitas harian siswa, mulai dari kehadiran, konsumsi, hingga ibadah.

Digitalisasi tidak hanya untuk belajar, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan literasi teknologi sejak dini,” kata Susilowati.

Menurut dia, perubahan juga terlihat dari kemandirian siswa dalam keseharian. Mereka mulai terbiasa mengatur diri sendiri.

Baca juga : Kewajiban DMO Tekan Harga Minyak Goreng

“Sekarang anak-anak sudah terbiasa salat tanpa disuruh, mencuci pakaian sendiri, dan lebih mandiri,” pungkasnya. BCG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 18 April 2026 dengan judul "Intip Sekolah Rakyat Terintegrasi Probolinggo, Siswa Semakin Pede, Sudah Belajar Koding Pakai Laptop"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense