Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Petugas Damkar Dibegal & Pedagang Bakso Dipalak
Jangan Ada Toleransi Terhadap Premanisme
Sabtu, 18 April 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diharapkan tidak cepat puas dengan laporan Global Residence Index yang menyebut posisi Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Sebab, baru-baru ini viral kabar masyarakat menjadi korban praktik premanisme.
Berdasarkan laporan Global Residence Index per 16 Januari 2026, Jakarta meraih skor keamanan 0,72. Angka itu menempatkan Jakarta di posisi kedua, hanya kalah dari Singapura (0,90), serta mengungguli Bangkok (0,65) dan Kuala Lumpur (0,57).
Namun, belakangan ini publik dihebohkan sejumlah kasus. Mulai dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dibegal di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, hingga aksi pemalakan terhadap pedagang bakso dan sopir bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Kevin Wu mengecam keras aksi premanisme tersebut. Dia menilai, kondisi ini mencoreng wajah Jakarta sebagai pusat ekonomi yang bercita-cita menjadi kota global.
“Saya sangat menyayangkan premanisme masih terjadi di Jakarta dewasa ini. Fenomena ini sangat mengganggu dan merugikan masyarakat,” kata Kevin, Senin (13/4/2026).
Baca juga : Davina Karamoy, Gandeng Tangan Ardhito Pramono
Kevin meminta Pemprov DKI tidak bersikap reaktif dan hanya bergerak saat kasus telah ramai di media sosial. “Jangan sampai baru bertindak setelah viral. Masyarakat sudah dirugikan sejak awal, sebelum kasus itu ramai,” tegasnya.
Dia pun menyoroti kasus pedagang bakso di Tanah Abang yang diintimidasi hingga dagangannya dirusak. Menurutnya, praktik seperti ini sangat menyakitkan, terutama bagi masyarakat kecil. “Itu wong cilik yang berjuang mencari nafkah. Saya tidak tega melihat mereka jadi korban intimidasi dan pemerasan,” ujarnya.
Kevin mengingatkan, premanisme tidak hanya menyasar pedagang kecil, tetapi juga merambah ke dunia usaha dalam skala lebih besar. “Ada juga pelaku usaha yang dimintai jatah parkir, jatah pegawai, dan lain-lain. Ini jelas mengganggu iklim bisnis,” bebernya.
Menurut dia, kondisi tersebut bisa menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi Jakarta. “Bagaimana investor mau masuk kalau kondisi seperti ini terus terjadi? Mimpi kota global hanya akan jadi mimpi, kalau ini tidak diatasi,” kritiknya.
Karena itu, dia meminta Pemprov DKI bertindak tegas tanpa pandang bulu. “Jangan ada toleransi terhadap premanisme. Negara harus hadir memberi rasa aman bagi warga dan pelaku usaha,” pungkasnya.
Baca juga : Chelsea Vs Manchester United, Pupuskan Tren Negatif
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terkejut sekaligus bangga dengan capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara.
Menurut Pram, tingginya tingkat keamanan, tidak lepas dari kehidupan masyarakat yang menjunjung keberagaman.
“Berbagai kegiatan di ruang publik, dari Natal, Imlek, Nyepi, Ramadan, Idul Fitri, menunjukkan kuatnya toleransi di Jakarta,” jelasnya.
Pram menegaskan, capaian tersebut harus dijaga bersama. “Ini harus kita rawat, agar Jakarta tetap aman dan nyaman untuk semua,” ucapnya.
Pram juga turut angkat bicara terkait dugaan pembegalan disertai pengeroyokan terhadap petugas Damkar di Gambir.
Baca juga : Formula 1, Hamilton Blak-blakan Nggak Suka Mobil 2025
Pram menegaskan, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan. “Saya minta Satpol PP segera melapor ke aparat penegak hukum,” kata Pram.
Dia menegaskan, tindakan main hakim sendiri merupakan pelanggaran hukum serius. “Yang seperti ini tidak boleh terjadi. Negara kita adalah negara hukum,” tandasnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya