RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menegaskan pentingnya pemilahan sampah dari hulu sebagai upaya mencapai target pengelolaan sampah nasional sekaligus mengakhiri praktik open dumping yang ditargetkan berhenti pada akhir Juli 2026.
“Kami mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan target pengelolaan sampah, salah satunya melalui pemilahan dari sumber. Tanpa pemilahan, pengelolaan sampah tidak akan berjalan optimal. Selain itu, praktik open dumping akan kami tutup pada akhir Juli, sehingga pada Agustus seluruh 472 TPA dapat diselesaikan,” tegas Diaz.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi doorstop pada acara “Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah” yang digelar di fasilitas RDF Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga : Cek Persiapan TKA Di Bali, Wamen Fajar: Cocok Untuk Kebutuhan Masa Depan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemilahan sampah yang tengah dijalankan di Kelurahan Rorotan untuk mendukung operasional fasilitas RDF.
Diaz menambahkan, penghentian praktik open dumping diharapkan mampu meningkatkan capaian pengelolaan sampah nasional sesuai arahan Presiden. Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah mencapai 100 persen pada 2029.
“Dengan diselesaikannya praktik open dumping, kita bisa meningkatkan persentase pengelolaan sampah dari saat ini 26 persen menjadi 57,7 persen,” jelasnya.
Baca juga : Persebaya Dihantam Cedera, Tavares Genjot Persiapan Lawan Persita
Dalam kesempatan tersebut, Diaz juga mengapresiasi warga Kelurahan Rorotan yang telah aktif menjalankan program pemilahan sampah.
“Saya mengapresiasi karena di sini sudah ada bank sampah dan sistem pemilahan menggunakan ember. Dengan begitu, yang masuk ke TPA dan RDF hanya residu atau sampah bernilai rendah. Ini juga membuat proses pengangkutan sampah menjadi lebih bersih dan tidak berbau,” tuturnya.
Ia berharap, Rorotan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain, khususnya di Jakarta Utara.
Baca juga : Yuk, Kita Pilah & Pendam Sampah Organik Di Tanah
“Semoga Rorotan bisa menjadi model bagi 30 kelurahan lainnya di Jakarta Utara agar seluruh masyarakat dapat memilah sampah dengan baik,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, KLH/BPLH sebelumnya telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga Kelurahan Rorotan, meliputi 400 unit drop point, 12.000 ember pemilah sampah, serta 650 unit lodong sisa dapur (Losida).
Acara deklarasi ini turut dihadiri oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan, serta jajaran eselon I KLH/BPLH.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.