Dark/Light Mode

Diutus Presiden Ke Tamiang, Qodari Cek Langsung Progres Pemulihan Pascabencana

Kamis, 15 Januari 2026 23:04 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat berbincang dengan warga dan para pedagang di Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang, Kamis (15/1). Foto: Ade Al Kautsar/RM
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat berbincang dengan warga dan para pedagang di Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang, Kamis (15/1). Foto: Ade Al Kautsar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, meninjau langsung kondisi pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang pada Kamis (15/1/2026). Dalam pantauannya sejak pagi hingga sore hari, Qodari menyoroti sejumlah kemajuan mulai dari sektor pendidikan, aktivitas ekonomi di pasar, hingga tantangan pembersihan lumpur yang luar biasa berat.

Qodari menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan. Ia memantau kegiatan pendidikan yang sudah mulai berjalan, salah satunya di SDN 1 Karang Baru.

"Kami ke sini dari tadi pagi untuk melihat kegiatan pendidikan, sekolah tadi di SDN 1 Karang Baru, kalau enggak salah tadi sudah berjalan pendidikan. Masih ada beberapa kekurangan, nanti kita sampaikan kepada Dikdasmen," kata Qodari saat ditemui Rakyat Merdeka, di Pasar Kualasimpang, Aceh Tamiang, Kamis (15/1).

Selain pendidikan, Qodari juga memantau aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Ia menyebut denyut ekonomi sudah mulai terlihat dengan dibukanya kembali perbankan, minimarket, hingga warung kopi. Menurutnya, kondisi Pasar Kualasimpang sudah cukup ramai meskipun sudah sore hari.

Baca juga : Dasco Langsung Telepon Prabowo, Urusan Lancar

Namun, Qodari mencatat adanya keluhan dari para pedagang yang ia temui di lokasi. Beberapa poin penting yang diserapnya adalah masalah permodalan dan kebersihan pasar yang akan segera disampaikan kepada kementerian, lembaga, maupun dinas terkait.

Mengenai progres penanganan bencana secara keseluruhan, Qodari mengakui bahwa hasilnya belum sempurna karena skala bencana yang sangat besar. Ia menekankan bahwa kendala utama dalam pemulihan kali ini bukan cuma air, melainkan tumpukan lumpur yang sangat tebal dan sulit dibersihkan.

"Pasti tidak sempurna, pasti banyak catatan ya. Memang ini bencana luar biasa. Bukannya air, tapi yang paling berat adalah lumpur. Sangat-sangat tidak mudah," ungkapnya.

Beratnya proses pembersihan lumpur, dilihat langsung oleh Qodari di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Tim gabungan dari WIKA dan Praja IPDN yang dikerahkan harus bekerja ekstra keras hanya untuk membersihkan satu area perkantoran.

Baca juga : Megawati Minta Kader Gotong Royong Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatera

"Tadi di kantor pelayanan satu pintu, itu tim dari WIKA dan IPDN yang diturunkan sudah 20 hari baru bisa membersihkan lumpur, baru kelihatan lantai. Jadi kelihatannya, untuk membersihkan itu, perlu bahkan sampai satu bulan. Ini memang bertahap, pelan-pelan. Tapi kita optimistis Tamiang bisa bangkit lagi," tuturnya.

Qodari juga menegaskan bahwa pemerintah pusat terus melakukan percepatan, untuk memastikan masyarakat bisa beribadah dengan tenang saat bulan puasa Ramadhan, yang tinggal sekitar satu bulan lagi.

Presiden Prabowo Subianto, sebutnya telah membentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian untuk melakukan percepatan tersebut.

"Pastinya kita percepat, kita ingin masyarakat di Aceh, khususnya Aceh Tamiang dan provinsi lain yang terdampak, bisa masuk bulan Ramadhan maupun Idul Fitri nanti dengan nyaman, ya dengan seoptimal mungkin," tegasnya.

Baca juga : Kemendagri Terbitkan Aturan Baru, Perkuat Peran BPBD Hadapi Ancaman Bencana

Qodari juga sempat meninjau Hunian Sementara (Huntara). Ia menyebut warga tampak senang karena sudah bisa pindah dari tenda-tenda pengungsian ke Huntara yang lokasinya lebih strategis dan dekat dengan fasilitas umum dan masjid.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.