BREAKING NEWS
 

AHY Gaspol Kereta Luar Jawa, Target Tekan Biaya Logistik Dan Ketimpangan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 22 April 2026 19:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memimpin rapat koordinasi tindak lanjut pengembangan jaringan perkeretaapian atau Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/4/2026). Foto: Kemenko Infrastruktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong percepatan pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa.

Langkah ini dinilai strategis untuk menekan biaya logistik, mengurangi ketimpangan wilayah, sekaligus memperkuat konektivitas nasional. Hal itu disampaikan AHY saat memimpin rapat koordinasi tindak lanjut pengembangan jaringan perkeretaapian atau Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/4/2026).

Dalam arahannya, AHY menegaskan, pengembangan jaringan kereta api lintas pulau merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto. Program ini menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), khususnya di sektor infrastruktur dan konektivitas.

“Ini adalah visi besar Bapak Presiden. Kita ingin memastikan Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan jaringan kereta api yang terintegrasi, biaya logistik bisa ditekan signifikan dan daya saing ekonomi antarwilayah meningkat,” ujar AHY.

Dia mengakui, ketimpangan pengembangan transportasi berbasis rel di Indonesia masih cukup besar. Karena itu, diperlukan langkah strategis yang terencana dan kolaboratif, melibatkan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

Baca juga : Perluas Akses Protein, Dharma Jaya Targetkan 1.416 Titik Bazar pada 2026

“Kita harus jujur melihat kondisi hari ini. Jaringan kereta api kita masih sangat terbatas dibandingkan negara lain. Ini bukan untuk pesimis, tapi jadi pemicu agar kita bekerja lebih keras dan terarah,” tegasnya.

AHY juga menyoroti minimnya kontribusi kereta api terhadap mobilitas nasional. Saat ini, angkutan penumpang kereta api baru sekitar 4 persen, sementara angkutan logistik hanya 1 persen.

“Padahal, kereta api punya keunggulan besar dari sisi efisiensi dan emisi. Kontribusinya terhadap emisi gas rumah kaca bahkan kurang dari 1 persen. Ini harus didorong sebagai bagian dari komitmen menuju net zero emission,” jelasnya.

Selain itu, dia menilai masih ada kesenjangan investasi antara pembangunan jalan dan perkeretaapian. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dikoreksi.

Adsense

“Kita tidak bilang pembangunan jalan tidak penting. Tapi ada gap signifikan dalam investasi perkeretaapian yang harus kita benahi bersama,” katanya.

Baca juga : Bos Garuda Pastikan Kenaikannya Terukur

Dalam konteks pengembangan wilayah, AHY memaparkan karakteristik tiap pulau. Sumatra membutuhkan penguatan jaringan eksisting dan perluasan jalur baru. Kalimantan justru harus memulai dari nol. Sementara Sulawesi perlu integrasi jaringan dengan kawasan industri dan komoditas unggulan.

“Kalimantan bahkan belum punya jaringan kereta api. Ini peluang besar untuk membangun dari awal dengan perencanaan yang lebih baik, terutama untuk mendukung logistik dan komoditas,” ujarnya.

Untuk merealisasikan pengembangan hingga sekitar 14.000 kilometer tambahan jalur serta reaktivasi jaringan lama, dibutuhkan investasi sekitar Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga 2045.

“Angkanya memang besar, tapi ini investasi jangka panjang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Perlu creative financing, kolaborasi dengan swasta, dan keterlibatan banyak pihak,” paparnya.

AHY juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung transportasi publik, terutama melalui alokasi anggaran yang lebih proporsional.

Baca juga : Hari Nelayan Nasional 2026, Ibas Tekankan Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan

“Pendapatan daerah dari sektor transportasi sebenarnya cukup besar. Tapi belanja untuk transportasi publik masih rendah. Ini harus kita dorong agar lebih seimbang dan tepat sasaran,” katanya.

Menutup arahannya, AHY menegaskan pengembangan perkeretaapian nasional harus terintegrasi dengan tata ruang dan pertumbuhan kawasan ekonomi.

“Kita tidak bisa membangun kereta api secara parsial. Harus terintegrasi dengan tata ruang, pusat ekonomi, dan kebutuhan masyarakat. Ini kerja besar yang butuh sinergi semua pihak,” pungkasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Kepala BP BUMN Amminudin Ma’ruf, serta Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense